Share

KPK Akui Modus Baru Korupsi Jadi Tantangan Aparat Penegak Hukum

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 30 Juni 2022 07:48 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 30 337 2620772 kpk-akui-modus-baru-korupsi-jadi-tantangan-aparat-penegak-hukum-iUUCyi8bnt.jpg Ali Fikri (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengapresiasi capaian kinerja pemberantasan korupsi oleh aparat penegak hukum lain seperti kejaksaan dan kepolisian. Namun memang, KPK mengungkap bahwa modus baru korupsi semakin canggih dan menjadi tantangan tersendiri untuk para penegak hukum membongkarnya.

"Terkait berbagai capaian penanganan perkara tindak pidana korupsi, KPK menyampaikan apresiasi kepada seluruh aparat penegak hukum baik Kejaksaan maupun Kepolisian," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Kamis (30/6/2022).

"Namun, masih banyaknya tindak pidana korupsi yang terjadi dengan berbagai modus menjadi tantangan bagi seluruh APH dan tentunya seluruh elemen masyarakat untuk memberantasnya bersama-sama. Baik yang terjadi di lingkup daerah, nasional, atau bahkan yang melibatkan lintas yuridiksi, lintas negara," imbuhnya.

Menurut Ali, gencarnya penegakan hukum terhadap berbagai tindak perkara korupsi perlu juga diimbangi dengan upaya pencegahan. Pencegahan dilakukan dengan menutup rapat celah-celah yang berpotensi membuat orang melakukan praktik curang atau korupsi.

Baca juga: KPK Perpanjang Masa Penahanan Eks Wali Kota Yogyakarta

"Kemudian, secara individu pun harus ditanamkan kesadaran berperilaku jujur dan integritas, agar pada dirinya tidak muncul niatan untuk melakukan korupsi," sambungnya.

Baca juga: KPK Selisik Korupsi Dana Koperasi dan UMKM Lewat Eks Pejabat LPDB

Ali menekankan pentingnya pencegahan dan pendidikan antikorupsi di masyarakat. Menurutnya, pencegahan dan pendidikan antikorupsi lebih dibutuhkan untuk kondisi sekarang ini. Dengan pencegahan dan pendidikan antikorupsi, kata Ali, maka angka korupsi bisa ditekan.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

"Melalui upaya pencegahan dan pendidikan, kita bisa sedari awal menekan angka korupsi, bahkan menyelamatkan aset negara yang berpotensi dikorupsi dengan dikuasi oleh pihak-pihak yang tidak berwenang," ungkapnya.

Ali memamerkan sejumlah hasil kinerja KPK dalam menyelamatkan potensi kerugian keuangan negara pada 2021. Di mana, kata Ali, KPK berhasil menyelamatkan potensi kerugian keuangan negara sebesar Rp35 triliun dari berbagai permasalahan di daerah pada 2021.

"Yakni melalui kooordinasi dan supervisi penagihan piutang PAD yang berpotensi tidak tertagih, serta penyelamatan dan sertifikasi aset yang berpotensi dikuasi oleh pihak-pihak lainnya," tutur Ali.

Baca juga: KPK Duga Tanah Warga Digunakan untuk Urus IMB Apartemen Royal Kedhaton Yogyakarta

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini