Share

Kasus Korupsi Dana Ujian Nasional 2018 Masuk Tahap II, Dua Tersangka Segera Disidangkan

Erfan Maaruf, iNews · Kamis 30 Juni 2022 06:57 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 30 337 2620752 kasus-korupsi-dana-ujian-nasional-2018-masuk-tahap-ii-dua-tersangka-segera-disidangkan-zw7F6hLOpf.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Berkas perkara kasus dugaan korupsi pengelolaan dana ujian nasional pada sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dinyatakan lengkap (P-21). Penyidik langsung melimpahkan tersangka dan barang bukti Tahap II kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Penyerahan tersangka dan barang bukti atas nama Didi Pujohadi dan Wedy Prahoro," kata Kepala Seksi Intelijen Kejari Jakarta Pusat Bani Immanuel Ginting melalui keterangan tertulis di Kamis (30/6/2022).

Dia menjelaskan terdapat kedua tersangka yang diduga melakukan tindak pidana korupsi terkait pengelolaan dana Ujian Nasional pada Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud Tahun Anggaran 2018.

"Penyidik Tindak Pidana Khusus pada Kejari Jakpus telah melakukan penyerahan tersangka, barang bukti, dan berkas perkara kepada Tim Penuntut Umum," ujar Bani.

Baca juga: Pusaran Kasus Emirsyah Satar dan Soetikno Soedarjo di KPK dan Kejagung

Bani mengungkapkan kedua tersangka diduga melakukan tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan negara senilai Rp1,15 miliar.

"Kerugian negara senilai Rp 1.159.650.816," jelasnya.

Baca juga: Fakta-Fakta Emirsyah Satar Kembali Jadi Tersangka Kasus Korupsi Garuda

Lebih lanjut kata dia, jaksa penyidik Kejari Jakarta Pusat melakukan penyidikan kasus tersebut berdasarkan Surat Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor: 3926/G.G6/RHS/KP.04.00/2021 tertanggal 3 Juni 2021.

"Mengenai Pelimpahan Laporan Hasil Pemeriksaan Khusus kepada Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat," sambungnya.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

Kedua tersangka, melakukan penggunaan dana Ujian Nasional (UN) Tahun 2018 yang tidak sebagaimana mestinya, dan telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 1.159.650.816.

Hal tersebut, berdasarkan Laporan Hasil Audit Khusus Atas Pertanggungjawaban Penggunaan Sisa Dana Ujian Nasional (UN) Tahun 2018 di Balitbang Kemendikbud di Provinsi DKI Jakarta Nomor 07/R/Insy.Invest-Itjen/III/2021 tertanggal 25 Maret 2021 dari Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

"Dan menunjukkan kedua tersangka terindikasi menyalahgunakan anggaran negara senilai Rp1,159 miliar," tegasnya.

Bani mengungkapkan kedua tersangka telah mengembalikan kerugian keuangan negara sesuai jumlah kerugian yang ditetapkan tersebut ke kas negara. Namun tetap harus bertanggung jawab atas perbuatan tindak pidana korupsi yang telah dilakukan di dalam persidangan.

"Untuk diadili sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku," tuturnya.

Usai pelimpahan tahap dua, tim Penuntut Umum Kejari Jakarta Pusat akan mempersiapkan surat dakwaan dan segera melimpahkan berkas perkara kepada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Baca juga: Rugikan Negara Rp8,8 Triliun, Emirsyah Satar Kembali Jadi Tersangka Korupsi

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini