Share

Usaha Ecoprint Desa Kian Maju, Istri Nelayan Dapat Bantu Suami Tingkatkan Pendapatan

Dimas Choirul, MNC Media · Rabu 29 Juni 2022 23:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 29 337 2620706 usaha-ecoprint-desa-kian-maju-istri-nelayan-dapat-bantu-suami-tingkatkan-pendapatan-y3gmx7GjyZ.jpg Istri nelayan di Babel bisa bantu suami tambah penghasilan (Foto : MPI/Istimewa)

BELITUNG - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mengoptimalkan kegiatan diversifikasi usaha yang melibatkan peran wanita atau istri nelayan. Salah satunya di Kampung Nelayan Maju (Kalaju) Desa Suak Gual, Kecamatan Selat Nasik, Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung.

Usai memberikan bimbingan teknis 'Ecoprint' pada April 2022 lalu, usaha ecoprint di desa berjuluk 'aku de gual' tersebut kini telah mandiri secara finansial. Hal itu dibuktikan dengan pendapatan para anggota yang ikut serta mengerjakan produk ecoprint secara kolektif.

"Jadi sudah berjalan hampir tiga bulan sudah menunjukkan hasilnya. Rata-rata untuk penambahan pendapatan sekarang antara Rp1,5 hingga 2 juta per anggota," kata Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Zaini Hanafi saat dikonfirmasi, Rabu (29/6/2022).

Saat ini, warga Desa Suak Gual semakin antusias menjalani kerajinan ecoprint ini. Untuk itu, ke depannya, Zaini berharap akan ada diversifikasi usaha baru yang bisa dimanfaatkan oleh penduduk sekitar untuk menambah pendapatan.

"Tujuan dari diversifikasi usaha nelayan ini adalah untuk mencari mata pencaharian alternatif di waktu musim panceklik (saat musim tidak melaut)," tuturnya.

Semantara itu, salah satu anggota Kalaju Ruminah (49) merasakan betul manfaat diversifikasi usaha ecoprint ini. Tak hanya melatih kreativitas, tapi juga dapat membantu perekonomian keluarga sebagai mata pencaharian alternatif (MPA).

“Kalau saat musim tidak melaut, suami kami juga sering ikut membantu membuat kerajinan ecoprint ini. Mereka membantu menggulung dan mengikat kain yang sudah kami tempeli dedaunan agar lebih kencang sehingga corak daunnya akan lebih muncul pada kain tersebut,” imbuhnya.

Sudah ada ratusan produk yang telah diproduksi, mulai dari kau, tas, goodie bag, dompet, topi, selendang hingga pashmina.

Ruminah berharap, hasil produksi ecoprint di Desa Suak Gual ini dapat dipasarkan tidak hanya di skala lokal, namun juga bisa dipasarkan hingga luar negeri. "Semoga dengan adanya penyuluhan dari KKP bisa di pasarkan ke luar negeri," ungkapnya.

Sebagai informasi, hasil pemberdayaan wanita nelayan dalam bentuk ecoprint tersebut direncanakan akan dipamerkan pada rangkaian kegiatan Presidensi Indonesia G-20 pada bulan Oktober hingga November 2022.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini