Share

Idul Adha 2022, Pemerintah dan Muhammadiyah Berbeda

Tim Okezone, Okezone · Rabu 29 Juni 2022 20:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 29 337 2620649 idul-adha-2022-pemerintah-dan-muhammadiyah-berbeda-kcVyk3Jp4b.jpg Illustrasi (foto: dok Okezone)

JAKARTA - Kementerian Agama telah memutuskan Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijjah 1443 H jatuh pada hari Minggu 10 Juli 2022. Hal itu berdasarkan sidang isbat yang digelar di Auditorium HM Rasjidi, kantor Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (29/6/2022).

Rangkaian sidang diawali dengan seminar paparan posisi hilal sekitar pukul 17.00 WIB. Kemudian, pada pukul 18.15 WIB dilanjutkan dengan sidang isbat. Sidang tersebut dilakukan secara tertutup.

 BACA JUGA:Breaking News, Kemenag Putuskan Idul Adha 1443 H Jatuh pada 10 Juli 2022

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga menerjunkan 29 tim untuk mengamati hilal awal bulan Zulhijah 1443 H. Penentuan awal bulan Zulhijah ini sebagai penanda untuk perayaan Hari Raya Idul Adha setiap 10 Zulhijah bagi umat muslim.

Berbeda dengan Kementerian Agama, PP Muhammadiyah telah menetapkan Hari Raya Idul Adha 1443H/2022M jatuh pada 9 Juli 2022.

 BACA JUGA:Idul Adha 1443 H Jatuh pada Minggu 10 Juli 2022, Ini Penjelasannya

Namun, terkait perbedaan Hari Raya Idul Adha 1443H, Ketua MUI Bidang Pendidikan dan Kaderisasi, KH Abdullah Jaidi menghimbau umat Islam untuk tetap menjaga semangat persatuan dan kebersamaan. Ia menuturkan, Idul Adha merupakan Hari Raya Kurban yang waktunya sampai ahya muntasrik.

Selain itu, Kiai Jaidi juga mengimbau untuk menghormati umat Islam yang sudah mendahului untuk merayakan Idul Adha. Juga sebaliknya, kaum Muslimin yang sudah merayakan hendaknya menghormati mereka yang sedang berpuasa Arafah karena masih menganggap tanggal 9 Dzulhijjah.

"Jadi artinya 9 Dzulhijjah itu hari Arafah (atau) hari Tasua di tanggal 9 Dzulhijjah. Bagi kita yang di luar menunaikan ibadah haji disunahkan untuk berpuasa 9 Dzulhijjah walaupun saudara kita sudah berlebaran haji," kata dia.

Di saat tersebut, Kiai Jaidi sangat menekankan untuk saling menghormati, juga semangat untuk berkurban, semangat setia kawan, saling menyantuni fakir miskin dan anak-anak yatim.

Menurut dia, hal ini menjadi point yang paling penting dalam perayaan Idul Adha. Terlebih lagi persatuan dan kesatuan umat sangat dibutuhkan untuk menghadapi situasi akhir-akhir ini dalam situasi politik yang beraneka ragam, situasi hoaks, atau mendiskreditkan umat Islam.

"Jadi harus menyatukan barisan kita, menyatukan semangat untuk kepentingan agama dan negara. Itu semangatnya yang tidak boleh kendur," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini