Share

Kisah Jumiah, Nenek Pemulung yang Berkurban Sapi Usai Nabung selama 15 Tahun

Eddie Prayitno, iNews · Rabu 29 Juni 2022 14:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 29 337 2620367 kisah-jumiah-nenek-pemulung-yang-berkurban-sapi-usai-nabung-selama-15-tahun-ZEjlDxgls4.jpg Nenek Jumih kumpulkan uang selama 15 tahun untuk kurban sapi (Foto: MNC Portal)

KENDAL - Impian Jumiah seorang nenek berusia 80 tahun warga Kelurahan Sijeruk, Kota Kendal, Jawa Tengah untuk berkurban seekor sapi akhirnya terwujud.

Meski awalnya uang yang dikumpulkan dari hasil mengumpulkan barang bekas akan digunakan untuk naik haji, namun Jumiah memilih untuk membeli sapi dan dikurban tahun ini.

Adapun uang hasil menabung sebesar Rp22 juta rupiah dibelikan seekor sapi dan diserahkan ke masjid dekat rumahnya.

Sehari-hari, Jumiah bekerja sebagai pemulung. Janda lansia itu berkeliling mencari barang bekas kemudian memiliahnya di teras rumah untuk dijual ke pengepul.

nenek jumiah

Nenek Jumiah kumpulkan barang bekas (Foto: MNC Portal)

Nenek Jumiah yang tinggal sendiri di rumah kecil di Kampung Gagakan itu rajin menyisihkan hasil jualan barang bekas yang digunakan untuk membeli seekor sapi kurban.

Baca juga: 240.944 Ekor Sapi di 216 Kabupaten dan Kota Terjangkit PMK

Keteguhan Jumiah mencari barang-barang bekas semata-mata tidak hanya untuk mencukupi kebutuhan makan sehari-hari. Dia mempunyai cita-cita bisa pergi ke Tanah Suci untuk berhaji dengan uang hasil kerja kerasnya.

Baca juga: Dear Shohibul Kurban, Begini Ciri Sapi Bebas Penyakit Mulut dan Kuku

Sedikit demi sedikit uang itu disisihkannya. Impian untuk melaksanakan rukun Islam kelima itu pun semakin kuat digengam setelah suaminya meninggal dunia.

Jumiah sendiri tidak mempunyai anak, namun dari almarhum suami keduanya mempunyai tiga anak tiri yang semuanya sudah tinggal sendiri dengan keluarganya masing-masing.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Sebagian uang dari hasil memulung dititipkan kepada salah satu anak tirinya selama bertahun-tahun hingga cukup untuk membeli seekor sapi. Selain untuknya, kurban sapi itu juga akan mengatasnamakan almarhum suami, orangtua kandung atau bapak dan ibu serta adik kandung Jumiah.

Ketua Panitia Kurban Masjid Darul Muttaqin Kebondalem, Khoirur Roziqin membenarkan bahwa nenek Jumiah telah menyerahkan seekor sapi untuk berkurban. Bahkan, lanjut dia, sudah ditambah biaya penyembelihan.

Dia mengungkapkan bahwa dengan berkurbannya Jumiah yang tergolong warga kelas bawah, ternyata mampu menarik beberapa warga lainnya untuk ikut berkurban.

"Ini bisa menjadi contoh bagi warga yang lebih mampu untuk berkurban," kata dia, Selasa (29/6/2022).

Meski telah menggunakan tabungannya untuk berkurban, Jumiah tak melupakan niatnya untuk pergi ke tanah suci suatu hari nanti. Dia pun mulai mengumpulkan kembali tabungan agar bisa menunaikan ibadah haji.

Baca juga: Tips Atur Keuangan agar Bisa Beli Hewan Kurban, Cek di Sini!

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini