Share

Tolak RKUHP, Pekan Depan Mahasiswa Akan Gelar Aksi yang Lebih Besar di Seluruh Indonesia

Tim Okezone, Okezone · Rabu 29 Juni 2022 11:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 29 337 2620223 tolak-rkuhp-pekan-depan-mahasiswa-akan-gelar-aksi-yang-lebih-besar-di-seluruh-indonesia-iVQg2KpJiA.jpg Ilustrasi/ Foto: MPI

JAKARTA - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Nasional Reformasi Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) tengah berunjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Selasa (28/6/2022).

 BACA JUGA:DPR: Riset Program Ganja Medis Perlu Dilakukan di Indonesia

Ketua BEM Universitas Indonesia Bayu Satria Utomo menjelaskan, aksi mahasiswa akan digelar lebih besar dalam seminggu ke depan di seluruh Indonesia.

"Dalam satu pekan ini tidak hanya di Jakarta, tapi di setiap daerah akan ada demonstasi, dari mulai Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara, Bali, Sulawesi, Kalimantan, hingga Papua," katanya saat unjuk rasa di gedung DPR-MPR RI.

Dia pun menyebutkan bahwa pihaknya telah melakukan konsolidasi dengan koordinator aksi mahasiswa di berbagai daerah untuk melakukan unjuk rasa yang lebih besar terkait penolakan terhadap RKUHP.

"Sudah berkonsolidasi untuk melakukan demonstrasi di pekan ini," ujarnya.

 BACA JUGA:Tekan Laju Covid-19, Wagub DKI Jakarta Ingatkan Masyarakat Patuhi Prokes dan Lengkapi Vaksinasi

Bayu Satria Utomo mengatakan, terdapat dua tuntutan yang dibawa teman-teman mahasiswa. Salah satunya, draf Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP).

"Tuntutan kita hari ini ada dua, yang pertama membuka draf RKUHP dan kedua membahas pasal-pasal yang bermasalah," ujar Bayu di tengah aksi unjuk rasa.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Dalam aksi unjuk rasa tersebut massa aksi meminta ditemui oleh Ketua DPR RI Puan Maharani. Mereka ingin aspirasi mereka didengar. Namun, tak kunjung ditemui, massa aksi pun mencoba menerobos masuk dengan menggoyang-goyangkan dan memanjat pagar.

 BACA JUGA:KPK: Kenapa ICW Hanya Fokus soal Buronan Harun Masiku?

"Kami tetap menuntut atas keterbukaan draf RKUHP, keterlibatan masyarakat yang sejati dalam perancangan RKUHP, dan segera membuang pasal-pasal bermasalah dalam RKUHP yang turut mengancam HAM dan demokrasi," ujar Bayu Satria Utomo.

Namun, aksi pun bubar menjelang malam hari. Massa aksi membubarkan diri dengan tertib sekira pikul 17.50 WIB.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini