Share

Positivity Rate DKI Jakarta mencapai 13,7%, KSP: Ojo Kesusu Lepas Masker

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Selasa 28 Juni 2022 13:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 28 337 2619621 positivity-rate-dki-jakarta-mencapai-13-7-ksp-ojo-kesusu-lepas-masker-TZfI3c1vhk.jpg KSP Moeldoko (foto: dok Sindo)

JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menekankan bahwa pandemi Covid-19 saat ini belum selesai. Berdasarkan data, Positivity rate DKI Jakarta mencapai 13,7% per 27 Juni 2022.

"Positivity rate Covid-19 di atas 5 persen bukti kuat pandemi belum selesai," ujar Moeldoko dalam keterangannya, Selasa (28/6/2022).

 BACA JUGA:Breaking News : Positif Covid-19 Bertambah 1.445 Kasus

Positivity rate merupakan proporsi orang positif dari keseluruhan orang yang dites. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan angka di bawah 5% sebagai tolak ukur terkendalinya kasus di masyarakat. Standar ini mencakup hasil yang didapatkan baik dari rapid antigen maupun PCR, tergantung kondisi masing - masing negara.

Moeldoko mengatakan, meski positivity rate DKI Jakarta sudah melampaui standar WHO, namun pembatasan aktivitas masih belum diperlukan karena kapasitas rumah sakit masih memadai.

 BACA JUGA:Sebaran Kasus Covid-19 Hari Ini, DKI Jakarta Masih Tertinggi

Meski begitu, ia meminta kepada masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dan melakukan vaksin booster, agar tidak terjadi kenaikan kasus dan positivity rate Covid-19.

"Kalau masyarakat masih cuek protokol kesehatan dan cuek vaksin booster maka kemungkinan kasus akan terus melonjak. Ojo kesusu (jangan tergesa-gesa) lepas masker," pesan Moeldoko.

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

Sebagai informasi, data Kementerian Kesehatan per 27 Juni 2022 menunjukkan, positivity rate Indonesia masih di bawah standar WHO, yakni 2,7%.

Sementara untuk jumlah kasus Covid-19, terjadi penambahan sebanyak 1.445 kasus. DKI Jakarta menjadi provinsi yang melaporkan penambahan kasus terbanyak, yakni 838 kasus. Dari jumlah tersebut, 791 merupakan transmisi lokal dan 47 lainnya Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN).

Kenaikan positivity rate dan kasus Covid-19 diakibatkan varian baru yang sudah masuk ke Indonesia. Yakni, Omicron BA.4 dan BA.5.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini