Share

Pesan Prabowo ke Prajurit TNI AD: Tugas Tentara Siap Perang!

Riezky Maulana, iNews · Selasa 28 Juni 2022 06:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 28 337 2619360 pesan-prabowo-ke-prajurit-tni-ad-tugas-tentara-siap-perang-mBMW0bZLSx.JPG Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto (Foto MPI)

JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menegaskan, kesiapan prajurit dalam menjaga kedaulatan NKRI adalah hal penting untuk dilaksanakan. Apalagi, di tengah dinamika geopolitik dunia saat ini.

Hal ini disampaikannya saat berbicara pada Seminar TNI AD VI Tahun 2022 di Gedung Jenderal Prof. Dr. Satrio Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) Bandung, Jawa Barat, Senin (27/6/2022).

“Tugas tentara adalah siap untuk perang dan kita tidak bisa buang waktu. Kita mengejar,” kata Prabowo.

Prabowo turut menekankan pentingnya kesiapan pertahanan teritorial sebagai tulang punggung pertahanan negara di tengah upaya negara mengejar teknologi tinggi. Oleh karena itu, prajurit diminta harus percaya dengan pertahanan teritorial.

“Kita mengejar teknologi tinggi, tapi tulang punggung pertahanan kita, ya teritorial. Kita harus percaya pada pertahanan teritorial,” jelasnya.

Dia juga mengingatkan bahwa tugas seorang jenderal adalah mengkalkulasi dan bekerja keras. Dua hal itu, menurut dia tak hanya di lapangan, namun juga bijak menyiapkan pengambilan keputusan di bidang-bidang lain.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

"Seorang komandan militer yang baik akan berpikir dan berbicara tentang taktik dan operasi, Seorang komandan militer yang hebat akan berbicara dan berpikir tentang logistik, Seorang komandan militer yang brilian akan berpikir dan berbicara tentang personel," katanya.

Prabowo juga berbicara mengenai doktrin TNI AD. Menurutnya, pemutakhiran doktrin operasi militer TNI AD adalah sesuatu yang tepat dan dibutuhkan untuk menyesuaikan perkembangan strategis bergerak sangat cepat.

Selain itu, digarisbawahi pula relevansi sistem pertahanan Indonesia, yaitu Sishankamrata dalam perkembangan situasi strategis saat ini.

“Kita harus banyak belajar dari perang yang terjadi di Ukraina, bahwa konsep total people’s war diterapkan di sana,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini