Share

KPK Terima Pemulihan Aset Korupsi e-KTP Rp86 Miliar dari Kedubes AS

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 27 Juni 2022 18:48 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 27 337 2619210 kpk-terima-pemulihan-aset-korupsi-e-ktp-rp86-miliar-dari-kedubes-as-kyyFWLZpM1.jpg Ketua KPK Firli Bahuri menerima pemulihan aset E-KTP dar Kedubes AS (Foto : KPK)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima uang sebesar Rp86 miliar dari Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS). Uang itu merupakan asset recovery atau pengembalian aset terkait perkara tindak pidana korupsi proyek pengadaan e-KTP.

Penyerahan pemulihan aset tersebut berlangsung di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, hari ini, Senin (27/6/2022).

Ketua KPK Firli Bahuri menerima langsung kedatangan jajaran Kedubes Amerika Serikat. Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat untuk Indonesia, H.E. Sung Y. Kim; Legal Attach FBI, Robert Lafferty; Supervisory Special Agent FBI, John Pae, beserta jajaran dari USAID hadir langsung dalam penyerahan uang tersebut.

Dalam sambutannya, Firli menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah AS yang telah membantu KPK dalam upaya pemberantasan korupsi. Khususnya, terkait penanganan perkara e-KTP. Di mana, uang asset recovery tersebut selanjutnya langsung disetorkan KPK ke kas negara sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

"Banyak hasil nyata yang telah kita capai dalam implementasi kerja sama antara kedua negara khususnya di bidang penindakan, dan salah satu wujud nyatanya adalah penyelesaian perkara e-KTP," kata Firli di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (27/6/2022).

Selain itu, KPK juga menyambut baik program integritas kedua negara yang fokus pada praktik dan kebijakan peningkatan transparansi, penguatan kesadaran, dan partisipasi publik dalam pemberantasan korupsi.

"KPK berharap hubungan baik KPK dan Pemerintah AS terus terbangun semakin erat untuk mewujudkan Indonesia dan membangun peradaban dunia yang bebas dari korupsi," jelas Firli.

Sementara itu, H.E. Sung Y. Kim menjelaskan, pengembalian aset ini menunjukkan kemitraan yang sangat baik antara Indonesia dan Amerika Serikat dalam upaya memerangi korupsi dan memastikan penegakan hukum berjalan transparan.

"Ini salah satu contoh konkret bagaimana kedua negara saling bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama dalam pemberantasan korupsi," kata Sung Y. Kim.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Menurut Sung Y. Kim, investigasi bersama dalam perkara e-KTP antara KPK dan FBI merupakan keberhasilan yang luar biasa dalam penindakan kasus korupsi. Ia berharap uang tersebut nantinya bisa dialokasikan untuk mendukung kegiatan antikorupsi di Indonesia.

"Seiring dengan kolaborasi kedua negara, saya yakin kita akan mencapai keberhasilan bersama-sama. Saya juga yakin seiring dengan kerja sama ini, kita memiliki komitmen bersama untuk bisa saling mendukung satu sama lain," kata Sung Y. Kim.

Pada kesempatan ini, Kedubes AS untuk Indonesia juga berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh kepada KPK dalam bentuk pelatihan dan pengembangan kapasitas melalui Anti-Corruption Leraning Center dan Indonesia Integrity Initiative.

Sung Y. Kim menilai kemitraan ini tidak akan berhenti hingga saat ini saja. Ia menantikan kerja sama pemberantasan korupsi di masa yang akan datang guna memperkokoh hubungan Indonesia dengan Amerika Serikat.

"Hal ini penting mengingat Indonesia dan AS merupakan dua negara demokrasi terbesar di dunia dan sudah sepatutnya menunjukan komitmen kepada dunia terkait pemberantasan korupsi," pungkasnya.

Selanjutnya, KPK akan memanfaatkan dana hasil asset recovery ini untuk mendukung penanganan perkara tindak pidana korupsi dan membangun budaya antikorupsi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini