Share

Dampak Buruk Perkawinan Anak, Menko PMK: Lahirkan Generasi Stunting, Muncul Keluarga Miskin Baru

Binti Mufarida, Sindonews · Senin 27 Juni 2022 15:48 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 27 337 2619054 dampak-buruk-perkawinan-anak-menko-pmk-lahirkan-generasi-stunting-muncul-keluarga-miskin-baru-8YjnixlFdx.jpg Ilustrasi anak stunting/ Foto: The Telegraph

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menegaskan perkawinan anak akan berdampak buruk, yakni dapat melahirkan generasi stunting hingga munculnya keluarga miskin baru.

Perkawinan, kata Muhadjir, merupakan syarat untuk membangun rumah tangga bahagia. Tujuan perkawinan dan rumah tangga adalah untuk menjaga generasi suatu umat manusia dan peradabannya.

 BACA JUGA:Menko PMK: Angka Perkawinan Anak Naik Tajam Hingga 300% saat Pandemi

Namun, kata Muhadjir, sebuah perkawinan membutuhkan kesiapan dari kedua belah pihak, pihak laki-laki maupun pihak perempuan baik kesiapan lahir maupun kesiapan batin.

“Adanya praktik perkawinan di bawah umur atau perkawinan anak jauh dari kesiapan tersebut,” katanya dalam keterangannya dikutip dari YouTube Kemenko PMK, Senin (27/6/2022).

 BACA JUGA:Ini Alasan Bus Shalawat Berhenti Beroperasi Jelang Puncak Haji 2022

Muhadjir pun mengungkapkan dampak buruk perkawinan anak di mana kondisi fisik dan mental anak, khususnya anak perempuan belum siap untuk melahirkan juga belum siap untuk menjadi seorang ibu.

“Bahkan, melahirkan di usia yang sangat belia dapat mengancam keselamatan jiwanya juga mengancam keselamatan bayi yang dilahirkan,” katanya.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Muhadjir pun menyoroti tingginya kenaikan angka perkawinan anak hingga 300% pada masa pandemi Covid-19. Dia pun meminta agar perkawinan anak harus dihentikan demi masa depan anak-anak.

 BACA JUGA:Ramalan Ronaldinho soal Sepakbola Indonesia, Apa Isinya?

Dia juga mengatakan bahwa perkawinan anak jug akan melahirkan generasi stunting, bahkan memunculkan keluarga miskin baru.

“Sebagaimana kita ketahui bahwa perkawinan anak itu membawa dampak negatif seperti stunting atau tengkes, kekerasan di dalam rumah tangga, perceraian, dan juga munculnya keluarga miskin baru.”

 BACA JUGA:Sri Mulyani Sebut Anggaran Pendidikan Diawasi dengan Ketat dan Akurat

“Oleh sebab itu, saya mengajak semua pihak untuk bersama-sama dan bersungguh-sungguh sekuat tenaga untuk mencegah perkawinan anak ini,” tutur Muhadjir.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini