Share

Menko PMK: Angka Perkawinan Anak Naik Tajam Hingga 300% saat Pandemi

Binti Mufarida, Sindonews · Senin 27 Juni 2022 15:41 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 27 337 2619045 menko-pmk-angka-perkawinan-anak-naik-tajam-hingga-300-saat-pandemi-mEVlZRKmsf.jpg Ilustrasi/ Foto: Fotolia

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan angka perkawinan anak naik tajam hingga 300% di masa pandemi Covid-19.

 BACA JUGA:Angkut Uang 6 Koper untuk Mesin ATM, Minibus Masuk Sungai

“Kita semua prihatin pada masa pandemi ini, perkawinan anak mengalami kenaikan yang sangat tajam yaitu 300% dibanding masa yang sama pada tahun 2019,” kata Muhadjir dalam keterangannya dikutip dari YouTube Kemenko PMK, Senin (27/6/2022).

Muhadjir menegaskan bahwa, kondisi ini sangat mengkhawatirkan dan oleh sebab itu harus segera diantisipasi demi masa depan anak-anak Indonesia ke depan.

Selain itu, Muhadjir juga mengungkapkan sejumlah dampak buruk dari perkawinan anak.

 BACA JUGA:Kementan Anggarkan Rp2,8 Triliun untuk Penyediaan 43,66 Juta Dosis Vaksin PMK

“Sebagaimana kita ketahui bahwa perkawinan anak itu membawa dampak negatif seperti stunting atau tengkes, kekerasan di dalam rumah tangga, perceraian, dan juga munculnya keluarga miskin baru,” ujarnya.

“Oleh sebab itu, saya mengajak semua pihak untuk bersama-sama dan bersungguh-sungguh sekuat tenaga untuk mencegah perkawinan anak ini,” lanjutnya.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

Oleh karena itu, Muhadjir memohon kepada para orang tua, untuk tidak menikahkan putra-putrinya di usia anak. Dia meminta orang tua untuk memberikan kesempatan kepada anaknya untuk membekali diri dengan pendidikan tinggi dan mempersiapkan diri baik lahir maupun batin untuk membangun rumah tangga sentosa dan bahagia.

 BACA JUGA:Tangani Wabah PMK, Kementan Minta Anggaran Rp4,6 Triliun

“Saya mengajak semua pihak dengan semangat gotong-royong, mari kita ciptakan Indonesia yang bebas praktik perkawinan anak demi masa depan yang lebih unggul dan berdaya saing demi Indonesia maju,” ajaknya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini