Share

Kementan Anggarkan Rp2,8 Triliun untuk Penyediaan 43,66 Juta Dosis Vaksin PMK

Kiswondari, Sindonews · Senin 27 Juni 2022 15:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 27 337 2619031 kementan-anggarkan-rp2-8-triliun-untuk-penyediaan-43-66-juta-dosis-vaksin-pmk-mhaaYr9MfO.jpg Ilustrasi/ Foto: Okezone

JAKARTA - Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPR, Kementerian Pertanian (Kementan) menjelaskan alokasi anggaran yang disediakan untuk penanganan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) untuk tahun 2022, yaitu sebesar Rp4,42 triliun yang kemudian ditingkatkan menjadi Rp4,66 triliun, dan sebagian di antaranya diperuntukkan untuk pengadaan vaksin PMK hingga dosis ketiga (booster).

 BACA JUGA:Kerja Sama dengan London, Anies Harap Transportasi Berkelanjutan Jakarta Terus Berkembang

"Sesuai dengan rumusan atau kesimpulan Raker 13 Juni Komisi IV DPR RI menerima penjelasan dan mendukung di dalam kerangka terkait dengan kebutuhan anggaran tahun 2022, untuk penganggaran pengendalian penyakit PMK sebesar Rp4,41 triliun," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementan Kasdi Subagyono di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (27/6/2022).

"Dari Rp4,42 triliun tersebut kemudian kami lakukan usulan itu kepada Menteri Koordinator Perekonomian dan juga Menteri Keuangan sejumlah Rp4,42 triliun. Nah kemudian perkembangan terbaru, rakortas pada tanggal 22 Juni kami melakukan revaluasi lagi terhadap usulan tersebut. Sehingga anggarannya secara rinci kami sampaikan di layar ini totalnya adalah Rp4,66 triliun," sambungnya.

 BACA JUGA:Tenaga Honorer Dihapuskan Tahun Depan, Begini Rencana Pemerintah

Untuk pengadaan vaksin PMK dan sarana pendukungnya, Kasdi menjelaskan, nilai anggarannya Rp2,837 triliun. Dan dari vaksin ini, total dua kali vaksin ditambah satu kali vaksin booster, sehingga jumlahnya 43,66 juta dosis.

"Jumlah dosisnya 43,66 juta dosis yang akan kita adakan di dalam kerangka untuk vaksinasi daripada ternak kita. Kemudian juga di situ dapat vitamin dan obat-obatan ada 3,3 juta, disinfektan 312 kilogram, kemudian logistik pendukung vaksinasi dan kerangka untuk distribusi vaksin dan vaksin kita," paparnya.

Kemudian rantai dingin dan coolbox, Kasdi melanjutkan, Kementan menganggarakan untuk distribusi vaksin kit, kemudian pengujian cepat pra vaksinasi, dan alat serta mesin produksi vaksin yang dianggarkan di dalam kerangka mendukung pembuatan vaksin.

"Dan pengambilan serta pengujian PMK itu yang berkait dengan rincian, untuk pengadaan vaksin dan sarana pendukungnya," terangnya.

Selain itu, kata Kasdi, berkaitan dengan operasional nilainya Rp 866 miliar. Terdiri dari operasional vaksinasi dua kali vaksin untuk tahun ini, kemudian booster untuk diterapkan di tahun depan.

Kasdi menambahkan, komponen operasional pengobatan juga dianggarkan untuk bio security OPT perbibitan, bio security pasar hewan dan tingkat desa, serta pelatihan petugas vaksinasi. Masing-masing dirinci untuk dianggarkan dalam kaitannya dengan operasionalisasi vaksinasi.

"Untuk pendataan ternak juga kami anggarkan Rp 570 miliar rupiah pendataan dan penandaan ternak. Kami melaporkan Bapak Ibu sekalian bahwa setelah divaksin nanti ada yang kita apa kita sematkan eartag di dalam telinga apa ternak yang sudah divaksinasi," terang Kasdi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini