Share

3 Tokoh Pendidikan yang Bergelar Profesor, Berikan Sumbangsih Besar bagi Indonesia

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Selasa 28 Juni 2022 08:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 27 337 2619014 3-tokoh-pendidikan-yang-bergelar-profesor-berikan-sumbangsih-besar-bagi-indonesia-oRYFCGrcwi.jpg Prof. Dr. H.A.R. Tilaar. (Foto: Instagram/@wulan_tilaar)

JAKARTA - Tokoh-tokoh pendidikan bergelar profesor menarik untuk diketahui. Profesor atau guru besar adalah gelar fungsional yang disematkan pada seorang doktor setelah memenuhi kriteria dalam hal penelitian, pengabdian, dan pendidikan.

Berikut ini beberapa tokoh pendidikan yang bergelar profesor, mulai dari ahli di bidang psikolog hingga bimbingan dan konseling.

BACA JUGA: Tokoh Pendidikan yang Terjun ke Politik, Nomor 1 Dosen di Kampus Ukraina

1. Prof. Dr. Slamet Iman Santoso

Slamet Iman Santoso merupakan tokoh pendidikan dan sosok penting di balik lahirnya pendidikan psikologi di Tanah Air. Pria kelahiran Wonosobo, 7 September 1907 itu adalah seorang pakar psikologi Indonesia dan penggagas Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Ia jugalah yang menjadi Dekan pertama fakultas tersebut. Atas gagasannya ini, Iman dikenal sebagai Bapak Psikologi Indonesia.

Cikal bakal lahirnya Fakultas Psikologi ini bermula dari pidato Slamet saat dikukuhkan menjadi Guru Besar Universitas Indonesia tahun 1952. Ia menyampaikan, untuk bisa menempatkan orang yang tepat di posisi yang tepat, perlu adanya pemeriksaan psikologis. Selanjutnya, Kementerian Pendidikan saat itu membentuk Kursus Asisten Psikologi yang pada akhirnya menjadi Fakultas Psikologi Universitas Indonesia pada 1960 dengan Slamet Iman Santoso sebagai dekan pertama.

2. Prof. Dr. Henry Alexis Rudolf Tilaar

Henry Alexis Rudolf Tilaar atau H.A.R Tilaar juga merupakan seorang tokoh pendidikan Indonesia yang bergelar profesor. Lahir di Minahasa, 16 Juni 1932, Tilaar kritis menyikapi kinerja pendidikan nasional. Awalnya, ia merupakan seorang pengajar yang sudah aktif pada 1952 hingga akhir hayatnya di tahun 2019.

BACA JUGA: Tokoh-Tokoh yang Memiliki Lembaga Pendidikan, dari Jusuf Kalla hingga Cinta Laura

Tilaar dikukuhkan menjadi Guru Besar pada 1987. Melansir laman resmi UNJ, ia memperkenalkan pedagonik baru di Indonesia dalam pidatonya itu. Adapun pedagonik tersebut adalah futurisme, yang berangkat dari keresahan Tilaar tentang pendidikan Indonesia. Menurutnya, sistem pendidikan yang ada tidak mengantisipasikan perubahan sosial yang terjadi. Katanya pula, pendidikan sudah steril dari masa depan. Padahal, Tilaar menginginkan jangan sampai pendidikan terpaku pada kebutuhan jangka pendek.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

3. Prof. Dr. H. Munandir, MA

Bapak Bimbingan dan Konseling Indonesia, Munandir, merupakan pria kelahiran Bojonegoro tahun 1931 dan wafat di Malang, 10 Agustus 2009. Sebagai tokoh pendidikan, Munandir menggagas dan mempelopori berkembangnya profesi bimbingan dan konseling (BK) di Indonesia. Bahkan, ia terus mengawal perkembangan bidang yang dicintainya itu hingga ia tutup usia. Melalui pemikiran dan jasanya, Munandir membuat Depdiknas memasukkan BK ke dalam kurikulum sekolah karena dianggap penting dan berperan besar membentuk kepribadian siswa. Dari tangannya, lahir berbagai jenis buku tentang BK dan menjadi panduan banyak sekolah di Indonesia dan Malaysia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini