Share

DPR Gelar Uji Kelayakan, 11 Calon Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc Tipikor Mulai Buat Makalah

Kiswondari, Sindonews · Senin 27 Juni 2022 12:48 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 27 337 2618891 dpr-gelar-uji-kelayakan-11-calon-hakim-agung-dan-hakim-ad-hoc-tipikor-mulai-buat-makalah-RPRC0QHG3h.jpg DPR gelar uji kelayakan calon hakim agung (foto: tangkapan layar)

JAKARTA - Komisi III DPR RI mulai melakukan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap 11 Calon Hakim Agung (CHA) dan Calon Hakim Ad hoc Tipikor pada Mahkamah Agung (MA). Hal ini dilakukan setelah Komisi III DPR mendapatkan penugasan yang diputuskan pada Rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPR RI tanggal 23 Juni 2022 dan menetapkan mekanisme dan tata tertib uji kepatutan dan kelayakan.

"Kegiatan fit and proper test calon hakim agung sesuai dengan mekanisme dan tata tertib yang telah ditetapkan oleh Komisi III DPR RI dalam rangka seleksi Agung dan calon pada Mahkamah Agung," kata Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Pangeran Khairul Saleh dalam Rapat Komisi III DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (27/6/2022).

 BACA JUGA:Komisi III DPR Uji Kelayakan Calon Hakim Agung Pertengahan Juni

Pangeran menjelaskan, kepatutan dan kelayakan dilakukan pada tanggal 27-29 Juni 2022. Didahului dengan pengambilan nomor urut dan pembuatan makalah yang digelar pada hari ini, Senin (27/6).

"Satu, pelaksanaan uji kelayakan fit and proper test pada tanggal 27 sampai dengan 29 Juni 2022 dan jadwal nomor urut uji kelayakan disusun setelah Calon Hakim Agung dan Calon Hakim Ad hoc Tipikor pada Mahkamah Agung memperoleh nomor urut peserta seleksi," terangnya.

 BACA JUGA:KY Umumkan 11 Calon Hakim Agung dan Ad Hoc Tipikor

Kedua, Pangeran melanjutkan, jadwal pelaksanaan uji kelayakan didasarkan pada daftar nomor urut peserta yang diperoleh oleh masing-masing calon yang tersedia pada amplop tertutup.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

Ketiga, kata politikus PAN ini, calon hakim membuat makalah dengan ketentuan dibuat paling banyak 5 halaman, menggunakan kertas ukuran A4, diketik 1,5 spasi dengan memiliki salah satu judul dalam amplop tertutup yang disediakan oleh Komisi III DPR RI.

"Adapun jangka waktu pembuatan makalah dilaksanakan paling lama 1 jam," imbuhnya.

Keempat, kata Pangeran, pembuatan makalah yang dilakukan oleh calon hakim agung dibuat dengan cara diketik dengan komputer atau laptop atau dapat ditulis dengan tangan. Pembuatan makalah yang ditulis dengan tangan harus diketik ulang dengan komputer dengan tetap melampirkan hasil pembuatan makalah yang ditulis dengan tangan. Kemudian makalah tersebut diberi tanda tangan di halaman terakhir.

Kelima, Pangeran menambahkan, alokasi waktu uji kelayakan fit and proper test masing-masing calon hakim agung paling lama 60 menit termasuk 10 menit yang digunakan untuk menyampaikan pokok-pokok masalah.

"Demikian pengantar singkat kami, selanjutnya kami meminta kepada para calon untuk mengambil 2 amplop yang telah kami sediakan yaitu satu amplop berisi nomor urut peserta dan amplop kedua berisi judul makalah. Untuk amplop yang berisikan nomor urut silahkan dibuka dan diperlihatkan kepada pimpinan dan anggota Komisi III, sedangkan amplop yang berisi judul makalah tetap ditutup sampai waktu pembuatan makalah dimulai," jelas Pangeran.

Kemudian, Pangeran memanggil satu per satu CHA dan Calon Hakim Ad hoc Tipikor pada MA. Setelahnya, para calon dipersilakan membuat makalah dalam waktu 1 jam di Ruang Rapat Komisi III DPR secara terbuka.

"Para calon hakim agung dan calon hakim atau Tipikor pada Mahkamah Agung telah mengambil nomor urut dan judul makalah, maka sudah saatnya para calon untuk mulai membuat makalah selama 1 jam dari sekarang," ujarnya.

Berikut 11 CHA dan Calon Hakim Ad Hoc Tipikor pada MA:

Kamar Pidana

 

1. F. Wilem Saija, S.H., MH (Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Surabaya)

2. Dr. Subiharta, S.H., M. Hum (Hakim Tinggi Pengadilan Bandung).

3. Dr. Sudharmawatiningsih, S.H., M. Hum (Panitera Muda Pidana Khusus MA RI).

4. Suradi, S.H., S.Sos., M.H (Hakim Tinggi Pengawas pada Badan Pengawas MA RI).

Kamar Perdata

 

1. Nani Indrawati, S.H., M.Hum (Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Pontianak).

Kamar Agama

 

1. Dr. Abd. Hakim, M.H.I (Ketua Pengadilan Tinggi Agama Maluku Utara).

Kamar Tata Usaha Negara

1. Dr. Cerah Bangun, S.H., M.H (Direktur Keberatan Banding dan Peraturan Dirjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan).

2. Dr. Triyono Martanto, S.H., S.E., Ak, CA., M.M., M.Hum (Wakil Ketua II Pengadilan Pajak Bidang Yudisial).

Calon hakim Ad Hoc Tindak Pidana Korupsi di Mahkamah Agung (MA)

 

1. Dr. Agustinus Purnomo Hadi S.H., M.H (Hakim Ad Hoc Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Tinggi Makassar).

2. H. Arizon Mega Jaya, S.H., M.H (Mantan Hakim Ad Hoc Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Palembang).

3. Rodjai S. Irawan, S.H., M.M (Hakim Ad Hoc Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Tinggi Mataram).

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini