Share

Masyarakat Diminta Maklumi Kenaikan Harga Bahan Pokok, Jubir Perindo: Tidak Apple to Apple

Nur Khabibi, MNC Portal · Minggu 26 Juni 2022 10:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 26 337 2618401 masyarakat-diminta-maklumi-kenaikan-harga-bahan-pokok-jubir-perindo-tidak-apple-to-apple-5SJlR2VFoA.jpg Jubir Perindo Yusuf Lakaseng (Foto: Dok Pribadi)

JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan blusukan ke Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu 25 Juni 2022. Saat blusukan, ia sempat berdialog dengan sejumlah pedagang bahan pokok.

Di tengah kegiatannya tersebut, Pria yang akrab dipanggil Zulhas, meminta masyarakat memaklumi kenaikan harga pangan itu dengan membanding-bandingkan sejumlah harga bahan pokok di Indonesia dengan Singapura. Salah satunya beras.

Menurutnya, harga beras premium di Indonesia yang berada di kisaran Rp12 ribu jauh lebih murah dibandingkan dengan Singapura. Di Singapura, ia menyebutkan, beras di sana berada di kisaran Rp32 ribu.

Merespons hal tersebut, Juru Bicara Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Yusuf Lakaseng mengatakan, meminta rakyat memaklumi kenaikan harga bahan-bahan pokok dengan membandingkannya pada harga bahan pokok di Singapura tidak apple to apple.

Ia menyebutkan, penunjukkan Zulhas menjadi Mendag untuk merapikan kenaikan harga bahan pokok yang terjadi beberapa waktu belakangan. Untuk itu, ia meminta Zulhas untuk fokus mengatasi permasalahan tersebut.

Baca juga: Harga Sawit Rendah, Mendag Minta Pengusaha Beli Rp1.600/Kg

"Kami mengkhawatirkan tujuan Presiden melakukan reshuffle kabinet untuk perbaikan kinerja menjadi tidak tercapai, pergantian Menteri Perdagangan itu untuk memenuhi tuntutan rakyat agar pemerintah mampu menstabilkan harga bahan pokok seperti cabai, bawang, beras, telur, daging, dan ayam yang terus naik," kata Yusuf kepada MNC Portal Indonesia, Minggu (26/6/2022).

Baca juga: Bertemu Tokoh Lintas Agama, Partai Perindo Malang Akan Lebih Jagongan

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Yusuf melanjutkan, perbandingan tersebut tidak apple to apple jika dilihat dengan pendapatan rakyat kedua negara tersebut.

"Padahal itu perbandingan yang tidak apple to apple, pendapatan per kapita rakyat Singapura jauh di atas Indonesia, yaitu 13 kali lipat, di Singapura pendapatan per kapitanya per tahun US$48.595 sementara di Indonesia hanya US$3.452," ujarnya.

Ia menambahkan, untuk tercapainya menstabilkan harga bahan pokok diperlukan inovasi baru dalam penyelesaiannya.

"Pak Zulkfli Hasan walaupun menteri baru tapi masih mempraktikkan kebijkan lama tanpa ada inovasi dan perubahan sama sekali," pungkasnya.

Baca juga: DPD Perindo Malang Silaturahmi dengan Tokoh Lintas Agama

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini