Share

Jadi Tersangka KPK, Mardani Maming Pertimbangkan Tempuh Praperadilan

Arie Dwi Satrio, Okezone · Sabtu 25 Juni 2022 22:44 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 25 337 2618279 jadi-tersangka-kpk-mardani-maming-pertimbangkan-tempuh-praperadilan-hyXZZSIkXA.jpeg Mardani Maming pertimbangkan praperadilan atas penetapan tersangka KPK. (Sindo)

JAKARTA - Bendahara Umum (Bendum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Mardani Maming, sedang mempertimbangkan menempuh gugatan praperadilan atas penetapan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mardani saat ini sedang mengumpulkan bukti untuk melawan KPK lewat praperadilan.

"Hak hukum yang diberikan dan ruang hukum yang tersedia kita akan manfaatkan untuk mendapatkan keadilan," ujar Kuasa Hukum Mardani Maming, Ahmad Irawan melalui pesan singkatnya, Sabtu (25/6/2022).

Irawan meyakini Mardani Maming sejak awal tidak bersalah. Oleh karenanya, Irawan sedang mempelajari lebih detail perkara yang menyeret nama Mardani untuk menjadi bahan gugatan praperadilan.

"Sesuai KUHAP dan putusan MK serta yurisprudensi, praperadilan salah satu ruangnya. Namun, saat ini semua masih dipelajari dan dikaji," ucapnya.

Untuk diketahui, pada sidang pemeriksaan terdakwa Dwidjono di Pengadilan Tipikor Banjarmasin Senin, 23 Mei 2022, yang bersangkutan bersaksi bahwa Mardani Maming tidak kecipratan gratifikasi pengalihan izin tambang. Hal itu terungkap saat Jaksa Abdul Salam mengonfirmasi secara detail kepada terdakwa Dwidjono terkait aliran dana tersebut.

"Uang perusahaan (Rp27,6 miliar) nggak ada," kata Dwidjono menjawab pertanyaan Salam saat diperiksa sebagai terdakwa.

KPK telah menetapkan Mardani Maming sebagai tersangka. Ketua Umum BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) tersebut diduga menerima gratifikasi terkait izin tambang di Tanah Bumbu. Mantan Bupati Tanah Bumbu tersebut sudah pernah diperiksa KPK pada Kamis, 2 Juni 2022.

Usai diperiksa, Mardani mengaku dimintai keterangan oleh KPK soal permasalahannya dengan Pemilik PT Jhonlin Group, Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam. Permasalahannya tersebut diduga berkaitan dengan perizinan tambang di Tanah Bumbu.

Nama Mardani Maming sendiri sempat terseret dalam kasus dugaan korupsi yang ditangani kejaksaan. Kasus yang menyerat nama Mardani ini terkait korporasi batu bara di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, yang berencana memperoleh Izin Usaha Pertambangan (IUP) 2010.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini