Share

Reshuffle Menteri Tidak Berkaitan dengan Koalisi

Nur Khabibi, MNC Portal · Jum'at 24 Juni 2022 18:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 24 337 2617751 reshuffle-menteri-tidak-berkaitan-dengan-koalisi-TxqKEOPx65.jpg Webinar Partai Perindo/ MNC Portal

JAKARA - Politikus Partai Golongan Karya (Golkar) Ahmad Doli Kurni menjelaskan berbagai macam isu usai reshuffle terkait dengan koalisi pada Pemilu 2024. Menurutnya, pergantian menteri itu tidak ada kaitannya dengan koalisi.

(Baca juga: Peneliti Indikator Politik Sebut Koalisi Parpol Masih Terlalu Dini dan Tak Langgeng Sebelum Pendaftaran Capres)

"Tentu secara langsung tidak ada kaitannya ya, karena bicara tentang kontestasi pilpres misalnya di 2024 ini kan sedang ada proses membangun komunikasi," kata Doli saat webinar Partai Perindo bertajuk Pasca Reshuffle Kabinet, Bagaimana Format Koalisi untuk Capres 2024?, Jumat (24/6/2022).

Saat ini kata Doli, partai politik (parpol) sedang melakukan penjajakan politik. Hal itu pula yang selama ini Golkar lakukan.

"Ini suatu yang menurut saya baik juga dalam proses berdemokrasi kita, apalagi kami misalnya di partai Golkar ini melakukan hal itu sudah 1-2 tahun yang lalu," ujarnya.

"Ketum kami ini sudah berkali-kali melakukan komunikasi politik dengan ketua umum parpol lain apakah mengunjungi atau dikunjungi sesama ketum parpol," demikian ujar Doli.

Sekadar diketahui, Golkar telah mendeklarasikan koalisi menuju 2024. Bersama PAN dan PPP, mereka membuat koalisi yang bernama Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

"Ini (KIB) hasil komunikasi politik selama ini yang sangat cair kemudian mengkristal, menemukan momentumnya bahwa ada kesepahaman yang bisa dibangun," tuturnya.

Sebelumnya, Partai Persatuan Indonesia (Perindo) kembali menggelar webinar. Kali ini, webinar Perindo bertemakan, "Pasca Reshuffle Kabinet, Bagaimana Format Koalisi untuk Capres 2024?".

Dalam acara tersebut, hadir juru bicara (Jubir) Partai Perindo, Abdul Khaliq Ahmad; Politisi Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia; dan Peneliti Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini