Share

PDIP Ogah Berkoalisi dengan PKS dan Demokrat di 2024, Nasdem Pasang Badan

Carlos Roy Fajarta, · Jum'at 24 Juni 2022 11:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 24 337 2617378 pdip-ogah-berkoalisi-dengan-pks-dan-demokrat-di-2024-nasdem-pasang-badan-FuR3bkRSBR.jpg Foto: MNC Portal

JAKARTA - PDI Perjuangan menolak dan menutup pintu kerja sama atau koalisi dengan PKS dan Demokrat dalam Pilpres 2024. Lantas, bagaimana dengan Partai Nasional Demokrat (Nasdem) yang selama dua hari terakhir menerima kedatangan silahturahmi dari kedua partai tersebut?

(Baca juga: Tidak Hanya PKS, PDIP Ternyata Juga Ogah Koalisi dengan Partai Demokrat)

Tim Kerja Pemenangan Pemilu Jawa I (Banten dan DKI) DPP Partai Nasdem, Bestari Barus menyebutkan pihaknya selama ini selalu mengedepankan inklusivitas dalam membangun bangsa dan berkolaborasi dengan semua partai politik.

"Nasdem partai yang konsisten bekerja sama dengan partai manapun. Konsistensi dilaksanakan hingga ke bawah dari Pilkada Kabupaten Kota," ujar Bestari ketika dikonfirmasi, Jumat (24/6/2022).

(Baca juga: Ditanya Soal Koalisi, Sekjen PDIP Tegaskan Tidak dengan PKS)

Menurutnya, apa yang disampaikan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto terkait menutup pintu kerja sama dengan PKS dan Demokrat amat berbeda dengan sikap Nasdem.

"Saya tidak mengerti apa yang dimaksud Hasto. Saya hanya membandingkan dengan partai kami, kami bisa bekerja sama dengan partai manapun dengan mengedepankan kebersamaan," tutur Bestari.

Ia menyebut, partainya siap berkolaborasi dengan partai politik lainnya dengan memastikan memiliki nilai-nilai Pancasila.

"Kita sama-sama menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila. Kami punya prinsip tidak sekedar menjalankan rutinitas pembagian kekuasaan. Selama satu visi ke depan bisa.

Partai manapun adalah aset bangsa. Bagi Nasdem tidak ada masalah bekerja sama dengan partai manapun asalkan satu tujuan," pungkas Bestari.

Sementara itu dikesempatan terpisah, Wasekjen Nasdem, Hermawi Taslim mengatakan pertemuan antara Nasdem dengan PKS dan Partai Demokrat sebagai sebuah ajang silaturahmi dan pendekatan kerja sama.

"Apa yang kami lakukan ini silahturahmi. Dialog seperti ini harus kita lakukan. Kalau memang ada bertautan ya kita sama-sama. Namun sampai sekarang belum ada ikatan apa-apa. Masih pendekatan. Masih terlalu jauh kalau dikatakan koalisi," ujar Hermawi Taslim.

Ia mengungkapkan ada beberapa poin penting yang harus di samakan dengan PKS dan Partai Demokrat.

"Kalau Nasdem kita mencari Capres yang bisa melanjutkan kepemimpinan pak Jokowi selama 10 tahun terakhir. Kami selama ini bertanggung jawab dalam program kerja pak Jokowi,"tutupnya.

Sebelumnya, Sekjen PDIP Hasto menegaskan PDIP sulit untuk menjalin kerja sama atau koalisi dengan Demokrat dan PKS dalam menghadapi Pemilu 2024.

Hasto secara tegas bahkan menyatakan enggan untuk menjalin koalisi dengan PKS maupun Demokrat. Perlu diketahui, PKS dan Demokrat baru saja berkunjung ke Nasdem Tower bertemu dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh.

"Ya, kalau dengan PKS tidak. Saya pribadi sebagai Sekjen memang tidak mudah untuk bekerja sama dengan partai Demokrat karena dalam berbagai dinamika politik menunjukkan hal itu," kata Hasto Kristiyanto saat perhelatan Rakernas PDIP di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (23/6/2022).

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini