Share

Selain Berikrar, Jamaah Khilafatul Muslimin Tanggalkan Jas dan Semua Atribut

Adi Haryanto, Koran SI · Kamis 23 Juni 2022 19:53 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 23 337 2617118 selain-berikrar-jamaah-khilafatul-muslimin-tanggalkan-jas-dan-semua-atribut-PHjqpXgnY8.jpg Jamaah Khilafatul Muslimin ikrar setia ke Pancasila dan NKRI. (Foto: Adi Haryanto)

CIMAHI - Anggota jamaah Khilafatul Muslimin dari wilayah Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat (KBB) tidak hanya berikrar setia kepada Pancasila dan NKRI, namun juga menanggalkan semua atribut yang mereka kenakan.

Aksi mereka dilakukan dan disaksikan langsung oleh Kapolres Cimahi, Plt Wali Kota Cimahi, Kodim 0609, Kemenag, MUI, Kesbangpol, kiai dan ulama. Atribut yang ditanggalkan oleh 37 anggota Khilafatul Muslimin itu seperti peci, jas, selendang dan berbagai atribut lainnya.

"Ini sesuatu yang positif, spriritnya harus diapresiasi, secara ikhlas mereka mau melakukan itu, kembali lagi ke pangkuan ibu pertiwi," kata Plt Wali Kota Cimahi Ngatiyana yang hadir menyaksikan deklarasi pernyataan janji setia ke Pancasila dan NKRI oleh jamaah Khilafatul Muslimin di Mapolres Cimahi, Kamis (23/6/2022).

Ngatiyana menyadari, bisa saja sebagian para anggota hanya ikut-ikutan. Sehingga dengan deklarasi ini mereka tidak terjerembab semakin jauh. Bagaimanapun sebagai warga negara yang hidup di Indonesia harus taat kepada Pancasila dan NKRI.

 Baca juga: Belasan Jemaah Khilafatul Muslimin di Majalengka Ikrar Setia ke NKRI dan Pancasila

Menurutnya, bangsa Indonesia lahir dari sebuah perjuangan para pendahulu melalui pengorbanan nyawa. Oleh karena itu, hargailah para pendahulu yang telah menetapkan Pancasila sebagai ideologi negara yang merupakan hasil perjuangan dari para pahlawan.

"Ingat kelebihan kita yang tidak dimiliki negara lain, Indonesia itu punya keanekaragaman suku bangsa dan agama. Ini wajib menghargai para pahlawan yang telah menghadirkan Pancasila dengan pengorbanannya," tegasnya.

Untuk itu, dirinya mengimbau ke depannya masyarakat agar tidak mudah terdoktrin terhadap ajakan-ajakan yang bertentangan dengan Pancasila dan NKRI. Apalagi yang mengarah ke radikalisme dan terorisme. Terlebih ibu-ibu yang tidak tahu apa-apa tiba-tiba ikut-ikutan ke jalan yang salah.

"Ibu-ibu hati-hati, yang akan kena imbasnya adalah anak dan keturunan kita, yang usia dan perjalanan hidupnya masih panjang. Mumpung belum terlalu jauh, mari kembali ke Pancasila dan NKRI," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini