Share

Mengingat Kembali Pidato Legendaris Soekarno 'Ganyang Malaysia', Begini Isi Lengkapnya

Tim Okezone, Okezone · Kamis 23 Juni 2022 19:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 23 337 2617098 mengingat-kembali-pidato-legendaris-soekarno-ganyang-malaysia-begini-isi-lengkapnya-xX2gtpiYT2.jpg Soekarno (Foto: Istimewa)

JAKARTA – Mantan Perdana Menteri Malaysia Dr Mahathir Mohamad menuai kontroversi akibat pernyataannya yang menyatakan bahwa Kepulauan Riau dan Singapura harus direklamasi karena mereka secara historis adalah ‘tanah Melayu’.

"Seharusnya kita tidak hanya menuntut agar Pedra Branca atau Pulau Batu Puteh dikembalikan kepada kita, kita juga harus menuntut Singapura dan Kepulauan Riau, karena mereka 'Tanah Melayu'," katanya berbicara di sebuah kongres pada Minggu (19/6/2022)

Hubungan Indonesia dan Malaysia memang mengalami pasang surut. Pada 27 Juli 1963 Presiden Soekarno bahkan pernah berpidato yang isinya dikenang hingga sekarang.

Pada kala itu, upaya mediasi Filipina sebagai pihak ketiga untuk mendamaikan Indonesia dan Malaysia nampak tak berujung positif. Seruan mengganyang negeri jiran pun meletup dari lidah sang pemimpin besar revolusi.

Pidato Soekarno tak lepas dari rasa geram sang proklamator terhadap kelakuan para demonstran Malaysia yang menggeruduk Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur sebelumnya.

 Baca juga: Mahathir: Malaysia Harus Bersyukur Indonesia Tidak Permasalahkan Lepasnya Sipadan dan Ligitan

Demonstran negeri tetangga yang anti Indonesia, menggeruduk KBRI, merobek foto Soekarno, serta menuntut Perdana Menteri Malaysia, Tunku Abdul Rahman untuk menginjak-injak lambang negara Indonesia – Garuda.

Kemarahan demonstran karena pernyataan Indonesia yang memilih sisi sebagai musuh terhadap Malaysia. Negara tetangga itu disebut Soekarno sebagai negara boneka bentukan Inggris, yang berniat mencaplok wilayah Kalimantan sebelah utara.

Seruan Soekarno itu berkelanjutan dengan dibentuknya Dwi Komando Rakyat (Dwikora) pada 3 Mei 1964 yang berisikan untuk memperhebat revolusi Indonesia, serta membantu perjuangan revolusioner rakyat Malaya, Singapura, Sarawak dan Sabah untuk menghancurkan Malaysia.

Tidak hanya menggerakkan pasukan reguler, Soekarno juga memerintahkan TNI untuk melatih sejumlah relawan macam Pasukan Rakyat Kalimantan Utara (Paraku) dan Pasukan Gerakan Rakyat Sarawak (PGRS).

Berikut isi pidato Soekarno nan menggelegar yang ditujukan pada Malaysia:

 

“Kalau kita lapar itu biasa

Kalau kita malu itu djuga biasa

Namun kalau kita lapar atau malu itu karena Malaysia, kurang ajar!

Kerahkan pasukan ke Kalimantan, kita hajar cecunguk Malayan itu!

Pukul dan sikat, jangan sampai tanah dan udara kita diinjak-injak oleh Malaysian keparat itu

Doakan aku, aku bakal berangkat ke medan juang sebagai patriot Bangsa, sebagai martir Bangsa dan sebagai peluru Bangsa yang enggan diinjak-injak harga dirinya

Serukan serukan keseluruh pelosok negeri bahwa kita akan bersatu untuk melawan kehinaan ini kita akan membalas perlakuan ini dan kita tunjukkan bahwa kita masih memiliki gigi dan tulang yang kuat dan kita juga masih memiliki martabat

Yoo...ayoo... kita... Ganyang...

Ganyang... Malaysia

Ganyang... Malaysia

Bulatkan tekad

Semangat kita baja

Peluru kita banyak

Nyawa kita banyak

Bila perlu satu-satu!”

 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini