Share

Putra Buya Arrazy Usia 3 Tahun Tertembak Pistol Polisi, Propam Lakukan Pemeriksaan

Puteranegara Batubara, Okezone · Kamis 23 Juni 2022 14:54 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 23 337 2616838 putra-buya-arrazy-usia-3-tahun-tertembak-pistol-polisi-propam-lakukan-pemeriksaan-k7Mi5AAK8p.jpg Ilustrasi. (Foto: Dok Okezone.com)

JAKARTA - Polri menyatakan bahwa pihak Propam melakukan pemeriksaan intensif terhadap seorang polisi berinisial M terkait dengan insiden kelalaian berujung tertembaknya anak kedua Buya Arrazy Hasyim. Bocah bernama Hushaim Shah Wali Arrazy meninggal dunia di Tuban pada Rabu, 22 Juni 2022.

 

"Dengan mengirimkan dan memeriksa yang bersangkutan di Propam," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko kepada awak media, Jakarta, Kamis (23/6/2022).

Gatot menegaskan, setelah adanya insiden tersebut, yang bersangkutan langsung dibawa ke Mabes Polri untuk dilakukan pemeriksaan.

Menurut Gatot, anggota berinisial M tersebut diperika untuk mempertanggungjawabkan kelalaiannya tersebut.

"Infonya yang saya dapat sudah ada di Mabes dan sedang dilakukan pemeriksaan oleh Propam. Dia harus mempertanggungjawabkan kelalaiannya," ujar Gatot.

 Baca juga: Putra Ustadz Arrazy Berusia 3 Tahun Tewas Tertembak Pistol Polisi, Begini Kronologinya

Diketahui, anak kedua Ustadz Arrazy Hasyim , Hushaim Shah Wali Arrazy, meninggal dunia akibat terkena senjata api yang diduga milik polisi, Rabu, 22 Juni 2022.

Bocah berusia tiga tahun tersebut meninggal dunia akibat tertembak senjata api petugas kepolisian yang melakukan pengawalan melekat terhadap sang ayah.

Belum diketahui secara pasti bagaimana senjata api tersebut meletus. Informasi nahas itu terjadi saat petugas melaksanakan Sholat Zuhur. Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan.

Kapolres Tuban AKBP Darman mengatakan, korban mengalami luka parah akibat tembakan pada bagian dagu. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawa korban tidak tertolong.

"Iya terjadi kelalaian, sehingga mengakibatkan putra seorang ulama meninggal dunia. Saat itu petugas sedang sholat dan senjata api diletakkan di tempat yang aman. Tetapi terjadi letusan dan mengenai dagu korban," kata Darman.

Darman menegaskan, insiden tersebut murni kecelakaan, tidak ada unsur kesegajaan. Meski begitu, pihaknya tetap melakukan penyelidikan.

Sementara itu, jenazah almarhum langsung dimakamkan di lokasi permakaman umum Desa Palang, Kabupaten Tuban yang berjarak sekitar satu kilometer dari rumah keluarga mertua Buya Arrazy.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini