Share

BNPB: Penanganan Wabah PMK seperti Pandemi Covid-19

Dimas Choirul, MNC Media · Kamis 23 Juni 2022 14:51 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 23 337 2616835 bnpb-penanganan-wabah-pmk-seperti-pandemi-covid-19-96zk7SBoc4.jpg Penanganan wabah PMK sama seperti pandemi Covid-19. (Ilustrasi/MNC Portal)

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan bekerja sama dengan sejumlah pihak untuk mengendalikan penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) terhadap hewan ternak. BNPB menyatakan akan melakukan cara yang sama seperti menangani Covid-19.

"Kami dari BNPB segera akan bekerja. Satgas ini Satgasnya lengkap ada unsur dari Kemendagri dan Kemenko, Kementan dan unsur TNI dan Polri," kata Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam keterangan pers dikutip dari laman Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (23/6/2022).

Selain itu, Suharyanto juga mengatakan pihaknya akan turun ke daerah yang dianggap zona merah PMK. Ia mengimbau seluruh kepala daerah untuk bekerja sama secepat mungkin menangani wabah PMK ini.

"Kemudian tentu saja setelah ini akan dilaksanakan rapat-rapat koordinasi dan turun ke daerah khususnya daerah-daerah merah. Mohon dari aparat daerah gubernur, bupati menyiapkan sehingga kita bisa sama-sama menangani PMK pada ternak di indonesia ini secepat mungkin," tuturnya.

Berdasarkan data yang dilihat dari situs siagapmk.id, sebanyak 231.715 kasus PMK yang terdapat di 19 provinsi per Kamis (23/6/2022). Kasus aktif yang masih tersisa yakni sebanyak 153.207 ekor, dinyatakan sembuh 74.930 ekor, potong bersyarat 2.248 ekor dan dinyatakan mati 1.330 ekor.

Dalam data itu dijelaskan Jawa Timur menduduki peringkat pertama kasus tertinggi PMK dengan jumlah 86.734 kasus. Disusul Nusa Tenggara Barat (NTB) 35.058 kasus dan Aceh 28.514 kasus.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meminta distribusi vaksin bagi hewan ternak dipercepat. Ia juga meminta agar percepatan distribusi vaksin mengutamakan daerah prioritas yang terkena wabah cukup parah.

“Sebaiknya percepatan pengadaan vaksin harus segera dilakukan, sebagaimana pemerintah kita menangani covid 19, dan prioritaskan kepada daerah yang sudah terpapar PMK” ungkap Muhadjir pada Rakor Pembahasan Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada Hewan Ternak secara virtual, Minggu (19/6).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini