Share

2 Tersangka Korupsi E-KTP Jalani Sidang Perdana Hari Ini

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 23 Juni 2022 11:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 23 337 2616639 2-tersangka-korupsi-e-ktp-jalani-sidang-perdana-hari-ini-JDECKKuZdT.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengagendakan sidang perdana untuk tersangka Isnu Edhy Wijaya dan Husni Fahmi, pada hari ini. Isnu Edhy dan Husni Fahmi merupakan tersangka baru dalam perkara korupsi proyek pengadaan e-KTP.

Isnu Edhy Wijaya merupakan mantan Direktur Utama (Dirut) Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI). Sedangkan Husni Fahmi, merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Badan Pengkajian dan Penerapan Tekhnologi (BPPT). Keduanya diduga terlibat korupsi proyek e-KTP.

"Hari ini (23/6) sidang perdana Isnu Edhy Wijaya dan Husni Fahmi dalam perkara e KTP. Sidang di PN Tipikor Jakarta Pusat," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Kamis (23/6/2022).

Sekadar informasi, KPK kembali menetapkan empat tersangka baru terkait kasus korupsi e-KTP. Empat tersangka baru tersebut yakni, mantan anggota DPR RI, Miryam S Haryani; Direktur Utama Perum Percetakan Negara RI (PNRI), Isnu Edhi Wijaya; PNS BPPT, Husni Fahmi; dan Dirut PT Sandipala Arthaputra, Paulus Tannos.

Sebelumnya, KPK telah lebih dulu menetapkan 10 orang tersangka terkait kasus dugaan korupsi e-KTP. Adapun, 10 tersangka tersebut yakni, Irman, Sugiharto, Anang Sugiana Sudihardjo, Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, Andi Narogong, Made Oka Masagung, Markus Nari.

Delapan orang tersebut ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara pokok korupsi e-KTP. Mereka telah divonis bersalah atas perkara korupsi e-KTP dan dijatuhi hukuman yang berbeda-beda oleh pengadilan.

Sedangkan dua orang yang juga ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus ini yaitu, Fredrich Yunadi dan Bimanesh Sutarjo. Keduanya dijerat pasal merintangi atau menghalang-halangi proses penyidikan e-KTP. Keduanya juga telah divonis bersalah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini