Share

BNPB: Masyarakat Garda Terdepan dalam Penanggulangan Bencana

Erfan Maaruf, iNews · Kamis 23 Juni 2022 06:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 23 337 2616476 bnpb-masyarakat-garda-terdepan-dalam-penanggulangan-bencana-nj5vXPwxYt.jpg Kepala BNPB Suharyanto (Foto: Humas BNPB)

JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto memberikan pemahaman pada masyarakat agar tangguh dalam dalam menghadapi bencana dengan meningkatkan kapasitas masyarakat di desa atau kelurahan yang berada di wilayah rawan bencana.

Hal itu disampaikan saat meninjau Destana di Bukit Turgo, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (22/6/2022). Letjen TNI Suharyanto mengatakan bahwa untuk membangun kesiapsiagaan masyarakat hal utama selain sarana harus dengan memulai meningkatkan kapasitas masyarakat.

“Masyarakat adalah garda terdepan dalam penanggulangan bencana. Upaya membangun kesiapsiagaan masyarakat harus dilakukan secara simultan dimana fokusnya adalah pembangunan manusia,” ujar Suharyanto.

BNPB menetapkan konsep Desa Tangguh Bencana (Destana) untuk menunjukkan bahwa masyarakat turut berperan aktif dalam proses pengurangan risiko bencana.

Baca juga: Banjir Terjang Seram Bagian Barat Usai Diterjang Hujan dan Angin Kencang

“Masyarakat tidak hanya sebagai objek melainkan subjek dalam penanggulangan bencana,” tambahnya.

Baca juga: Abrasi Terjang Minahasa, BNPB : 41 Rumah Hilang dan 133 KK Mengungsi

Menurut Suharyanto, peran masyarakat yang dibentuk melalui Destana sangat penting dan strategis, khususnya dalam menyebarkan informasi maupun edukasi bencana sehingga dapat memperkuat kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana.

Surhayanto turut mengapresiasi pengembangan destana Purwobinangun yang dinilai sudah memiliki aspek yang sangat lengkap.

“Aspek yang harus ada sudah lengkap, ada peta risiko bencana, sistem peringatan dini, terdapat jalur evakuasi dan tempat pengungsi, rencana evakuasi bagi disabilitas, kaum rentan dan peternakan warga sekitar, bahkan sudah memiliki rencana kontijensi yang lengkap dan detail,” jelasnya.

“Pola pengembangan yang telah dilakukan oleh warga Purwobinangun dapat menjadi role model bagi destana lainnya dengan menyesuaikan potensi bencana di wilayah masing-masing,” tambahnya.

Sampai pada Juni 2022, telah terbentuk 1.116 destana yang tersebar di seluruh Indonesia. BNPB memiliki target pengembangan destana sampai 5.000 desa.

“Upaya kita akan terus berlanjut hingga ke seluruh daerah dengan rawan bencana sehingga diharapkan masyarakat semakin siap dan tangguh,” tutupnya.

Destana melalui Taman Nasional Merapi khususnya melalui mitigasi vegetasi dengan melalukan penanaman pohon sarangan yang merupakan tanaman organik yang berasal dari lereng Merapi.

Baca juga: Diterjang Banjir Rob, 50 Rumah dan 280 Petak Tambak Warga Bima Terendam

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini