Share

Diaspora Indonesia Diminta Gaungkan G20 di Luar Negeri

Erfan Maaruf, iNews · Kamis 23 Juni 2022 00:27 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 23 337 2616468 diaspora-indonesia-diminta-gaungkan-g20-di-luar-negeri-g2ZrN2jH2V.jpg Diaspora Indonesia diminta gaungkan Presidensi G20 Indonesia (Foto: tangkapan layar)

JAKARTA - Diaspora Indonesia yang memiliki anggota 8 juta orang yang tersebar di berbagai negara di dunia dinilai memiliki peran strategis untuk menggaungkan Presidensi G20 di luar negeri. Mereka dianggap sebagai bagian dari nation branding Indonesia di negara tempat masing-masing diaspora bernaung.

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kemkominfo Republik Indonesia, Usman Kansong mengatakan bahwa para anggota Diaspora Indonesia diminta melakukan komunikasi publik Presidensi G20 dengan mengunggah konten serentak melalui media sosial maupun dengan menggiatkan obrolan.

“Jumlah 8 juta orang adalah kekuatan dahsyat. Branding negara kita itu ada di teman-teman diaspora. Beberapa teman yang berprestasi juga merupakan bagian dari nation branding Indonesia di negara tempat mereka tinggal,” katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (23/5/2022).

Ia menilai, apa yang perlu dikomunikasikan oleh para diaspora tentang presidensi G20 Indonesia di luar negeri tidak hanya seputar tiga tema utama yakni arsitektur kesehatan global, transformasi digital, dan transisi energi. Tetapi juga manfaat yang didapat dari terlaksananya presidensi G20 Indonesia ini.

Baca juga: Dokumen Awal Komitmen Negara G20 Tentang Lingkungan Hidup Rampung, Begini Isinya

“Isu-isu tadi seringkali terlalu elit sehingga sulit dicerna oleh masyarakat Indonesia di dalam negeri mungkin juga di luar negeri. Karena itu mungkin kita bisa menurunkan level narasi yang kita sampaikan kepada masyarakat di luar negeri, supaya dari isu elit berubah menjadi isu akar rumput, yang relatif bisa dicerna oleh masyarakat secara umum,” jelas Usman.

Baca juga: Menkes Ungkap Lima Bidang Kesehatan yang Ingin Dicapai Indonesia di Forum G20

Diaspora Indonesia di Jepang, Sastia Pramaputri yang juga merupakan seorang ilmuwan di bidang pangan menilai bahwa Presidensi G20 merupakan momentum bagi Indonesia dan juga warga Indonesia yang ada di luar negeri untuk memperoleh kredibilitas dan kepercayaan dunia dalam memimpin pemulihan global.

“Kita sebagai warga Indonesia di manapun kita berada juga sangat mendapatkan benefit dengan presidensi ini. Kita ini seperti ambassador, branding agent. Bahwa apa yang kita lakukan di sini, semua prestasi dan kiprah kita di negara tempat kita bernaung itu akan menjadi suatu representatif Indonesia di luar negeri dengan membawa identitas budaya,” kata Sastia.

Sementara itu Rennie Roos, Founder Indonesia-Netherland Youth Society, mengungkapkan bahwa diaspora Indonesia di luar negeri adalah kelompok yang sangat menarik, karena mempunyai skill dan keahlian dari dua budaya, yakni budaya Indonesia dan budaya negara tempat mereka tinggal.

“Karena mereka tau itu, mereka juga bisa paham dan menghubungkan semuanya sehingga penyampaian informasi lebih mudah,” ujarnya.

Staf Ahli Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Kemlu Siti Nugraha Mauludiah menyampaikan bahwa untuk menghadapi tantangan presidensi G20 negara tidak bisa lagi melakukan proses diplomasi publik secara mandiri.

“Diperlukan sebuah kolaborasi bersama, salah satunya dengan para diaspora Indonesia di luar negeri yang memiliki peran pembangunan karakter dan pola interaksi presidensi G20 Indonesia,” katanya.

Baca juga: Indonesia Usung Tiga Isu Prioritas di Pertemuan G20 Yogyakarta

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini