Share

Profil Imam Syafi'ie, Jawara Betawi yang Sering Ikut Kawal Soekarno

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Rabu 22 Juni 2022 07:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 21 337 2615700 profil-imam-syafi-ie-jawara-betawi-yang-sering-ikut-kawal-soekarno-RmLaUBcPUg.jpg Kapten Imam Syafiie. (encyclopedia.jakarta-tourism.go.id)

IMAM Syafi’ie atau yang lebih dikenal dengan Bang Pi’ie adalah salah satu jawara asal Betawi yang berjuang melawan penjajah. Bang Pi’ie lahir di Kampung Bangka, Kebayoran Baru pada 27 Agustus 1923.

Diketahui, ia mendirikan organisasi Oesaha Pemoeda Indonesia (OPI). Bang Pi’ie mengumpulkan jawara dari berbagai tempat di Jakarta. Semua jawara yang berada di Pasar Senen berada di bawah pengaruhnya dan menganggap Bang Pi’ie sebagai pemimpin.

Ketika Soekarno dan Hatta memproklamirkan kemerdekaan Indonesia, Bang Pi’ie mengumpulkan para jawara untuk menumpas musuh. Banyak pasukan Belanda yang tewas di tangan Bang Pi’ie serta pasukannya.

Misalnya pertempuran di Gang Sentiong serta Kwitang. Pada 1950, banyak anggota yang tidak mendapat tempat di TNI, Bang Pi’ie pun menghimpunnya dalam organisasi Cobra. Dalam organisasi Cobra, ia mendidik anggota dengan disipilin.

Organisasi Cobra yang membantu aparat keamanan mengamankan Jakarta ini tidak lepas dari pendekatan Bang Pi’ie dengan ulama. Bang Pi’ie mempunyai tugas untuk menumpas kejahatan di Jakarta yang saat itu masih rawan. Diketahui, para preman Jakarta tidak berkutik dengan adanya organisasi Cobra.

Pria yang lulus dari Sekolah Staf Komando Angkatan Darat 1958 dengan pangkat Letkol ini sering mengawal perjalanan Soekarno. Ia pernah ditawari jabatan Komandan Cakrabirawa oleh Soekarno tapi Bang Pi’ie menolaknya. Pada 24 Februari 1966, Bang Pi’ie dilantik sebagai Menteri Khusus Keamanan dalam Kabinet Dwikora yang Disempurnakan oleh Soekarno.

Usai kabinet dibubarkan, Bang Pi’ie diburu. Keluarga hingga tempat tinggalnya diperiksa. Kemudian, ia ditahan tanpa pengadilan. Setelah dibebaskan, Bang Pi’ie sakit hingga akhirnya meninggal dunia pada 9 September 1982. Ia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. (Diolah dari berbagai sumber/Tika Vidya Utami/Litbang MPI)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini