Share

Mahathir Minta Malaysia Klaim Singapura dan Kepulauan Riau, Muhammadiyah: Tinggalkan Konflik Masa Lalu

Tim Okezone, Okezone · Selasa 21 Juni 2022 20:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 21 337 2615677 mahathir-minta-malaysia-klaim-singapura-dan-kepulauan-riau-muhammadiyah-tinggalkan-konflik-masa-lalu-EohqZwbp2f.jpg Ilustrasi/ Foto: Astro Aswani (youtube)

JAKARTA - Muhammadiyah bereaksi atas pernyataan Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad yang mendesak Malaysia mengklaim Singapura dan Kepulauan Riau. Muhammadiyah mengajak tokoh Indonesia dan Malaysia meninggalkan potensi konflik masa lampau.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir meminta setiap tokoh politik melihat ke depan.

"Semua tokoh di Malaysia dan Indonesia mestinya berusaha untuk meninggalkan potensi-potensi konflik di masa lampau untuk kita melangkah ke hal baru, ke masa baru, dan ke masa depan yang mewariskan kebersamaan ASEAN," ujar Haedar dikutip dari Antara, Selasa (21/6/2022).

Sebagai bangsa serumpun, menurut dia, seyogianya para tokoh kedua negara mampu menghadirkan pemikiran dan pernyataan yang saling menyatukan, bukan justru memicu perselisihan.

"Sebaiknya bangsa serumpun kita Indonesia, Malaysia bahkan dengan negara ASEAN, lebih memproduksi pemikiran-pemikiran, pernyataan-pernyataan, dan juga bahkan langkah-langkah yang semakin mengeratkan bangsa serumpun," kata dia.

Haedar berharap retaknya hubungan Malaysia dan Indonesia cukup menjadi pengalaman di masa lalu.

"Cukuplah bagi generasi Indonesia maupun Malaysia pengalaman di masa lalu yang meninggalkan bekas yang tidak sederhana dalam relasi Indonesia-Malaysia," ujar Haedar Nashir.

Sebelumnya, Mahathir Mohamad menyampaikan pernyataan kontroversial pada Minggu (19/6/2022) dalam acara di Negara Bagian Selangor bernama Kongres Survival Melayu.

Dalam pidatonya, Mahathir mengatakan Malaysia bisa mengklaim Singapura dan Kepulauan Riau. Selain itu, dia menganggap kemenangan atas sengketa Pulau Sipadan dan Ligitan di lepas Kalimantan melawan Indonesia di Mahkamah Internasional (ICJ) adalah sesuatu yang berharga.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini