Share

Kasus Aktif Covid-19 Mingguan Meningkat, Satgas Covid-19 : Alarm yang Patut Diwaspadai

Dimas Choirul, MNC Media · Selasa 21 Juni 2022 19:51 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 21 337 2615670 kasus-aktif-covid-19-mingguan-meningkat-satgas-covid-19-alarm-yang-patut-diwaspadai-O5iF7GhqaY.jpeg Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. (Dok Satgas Covid-19)

JAKARTA - Kasus positif mingguan virus corona (Covid-19) di Indonesia tengah meningkat. Selama 6 hari berturut-turut kasus terus berada di atas angka 1.000. Terkait ini, Satgas Covid-19 menilai hal tersebut tetap harus diwaspadai.

"Namun, dengan jumlah kasus yang selalu kita pertahankan di bawah angka 1.000 selama 2 bulan terakhir. Ini merupakan alarm yang perlu kita waspadai," kata Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito saat konferensi pers, Selasa (21/6/2022).

Dilihat dari kasus mingguan terjadi kenaikan sebesar 105% dari yang sebelumnya 3.388 pada minggu lalu menjadi 7.587 di minggu ini. Wiku menyebut, hal ini juga berpengaruh terhadap kasus aktif yang ikut meningkat dari 4.734 menjadi 8.594 pada minggu ini.

"Angka ini disumbang paling banyak oleh DKI Jakarta yaitu naik 2.769 kasus, Jawa Barat naik 686 kasus dan Banten 285 kasus," ujar Wiku.

Namun, ia menerangkan, apabila kasus positif dan kasus aktif meningkat, kasus kematian diupayakan harus ditekan dan persentase kesembuhan harus ditingkatkan.

"Namun di minggu terakhir, terjadi kenaikan kematian mingguan dan dari 28 menjadi 44. Meskipun jumlah ini tidak besar dibandingkan jumlah kasus positif, namun saya tekankan satu kematian saja terbilang nyawa. Apabila ada kematian yang mengalami kenaikan maka kita akan evaluasi bersama dan mitigasi agar tidak terus meningkat," ucap Wiku.

Selain itu, ia memaparkan persentase kesembuhan terlihat mengalami sedikit penurunan meskipun masih tinggi angkanya yakni 97,28%.

"Angka ini harus terus didorong untuk terus meningkat beriringan dengan upaya penurunan tren kematian," tuturnya.

Gencarkan Testing

Dalam masa terjadi peningkatan kasus, Wiku mengatakan testing menjadi indikator yang sangat penting. Sebab, kata dia, dengan testing yang tinggi dapat meningkatkan keakuratan jumlah kasus positif di tengah masyarakat agar segera dapat ditangani dengan baik sesuai gejalanya.

"Di minggu ini jumlah orang diperiksa sebesar 340.723 atau mencapai 126,9% dari target WHO. Angka ini mengalami peningkatan selama 3 minggu terakhir dan ke depannya perlu dipertahankan untuk terus meningkat," katanya.

Selain itu, dilihat dari positivity rate mingguan, di minggu ini terjadi kenaikan selama 4 minggu berturut-turut dari yang sebelumnya 0,33% di minggu ke-4 bulan Mei menjadi 2,53% di minggu ini.

"Kabar baiknya positivity rate ini masih di bawah 5% dan masih dapat dikatakan aman. Tentunya angka ini harus tetap kita tekan, sehingga tidak mendekati 5% dengan terus gencar meningkatkan testing di tengah masyarakat," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini