Share

MH Thamrin, Tokoh Betawi yang Membumi

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Selasa 21 Juni 2022 06:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 21 337 2615636 mh-thamrin-tokoh-betawi-yang-membumi-YIuDhz0Fzp.jpg MH Thamrin (foto: dok Okezone)

MUHAMMAD Husni Thamrin atau MH Thamrin, merupakan seorang pejuang dan pahlawan Indonesia kelahiran Sawah Besar, Jakarta, 16 Februari 1894. Ayahnya yang bernama Thamrin Mohamad Thabrie adalah seorang wedana di Batavia pada 1908 dan ibunya, Nurhana, merupakan perempuan Betawi.

Sementara kakek Thamrin merupakan pemilik hotel di wilayah Petojo. Dalam bukunya bertajuk Muhammad Husni Thamrin sejarawan Anhar Gonggong mengungkapkan bahwa Thamrin adalah sosok pemimpin pergerakan nasional yang memiliki gaya unik dalam kedudukannya selama memperjuangkan kemerdekaan.

 BACA JUGA:Usulkan Sultan Muhammad Salahuddin Jadi Pahlawan Nasional, Masyarakat Bima Minta Bantuan LaNyalla

Contohnya adalah dengan menempuh jalan koperasi sebagai langkah mencapai kemerdekaan. Berbeda dengan Soekarno yang terlihat berapi-api dalam berjuang. Selanjutnya, Thamrin juga mempunyai pendirian yang sangat paten, sehingga bisa dengan mudah bergaul dengan kamu nasionalis kiri.

Thamrin dikenal teramat menyanyangi dan menghormati ibunya. Ketika berpidato dalam sidang pengangkatannya sebagai anggota Gemeenteraad Batavia pada 27 Oktober 1919, ia menyampaikan bahwa sang ibu hanya ingin Thamrin menjadi anak yang pandai.

“Ibu saya (almarhumah) mengharapkan saya menjadi orang pandai, agar dapat memikirkan kehidupan bersama di sekeliling saja,” kata Thamrin dalam pidatonya. Keinginan ibunya itu tentu dianggap wajar. Sebab, semua orang tua pasti menginginkan agar anaknya bisa berguna bagi orang-orang di sekelilingnya.

 BACA JUGA:Daftar Lengkap dan Lokasi 23 Nama Jalan Tokoh Betawi di Jakarta

Saat duduk di bangku sekolah dasar, Thamrin cenderung nakal, namun memiliki sifat membumi. Kedudukannya sebagai anak seorang wedana, tak membuatnya enggan untuk berteman dengan siapa saja. Bahkan, kawan-kawan Thamrin bukanlah mereka yang juga anak wedana atau kepala kampong, melainkan anak dari penjual nasi, tukang gerobak, dan penjual bunga untuk ziarah makam.

Ketika sudah waktunya sekolah, Thamrin merasa segan dan bahkan tidak ingin masuk sekolah. Bahkan, ia justru bermain di Sungai Ciliwung dan tidak berbeda sekolah. Lambat laun, Thamrin menyadari hal ia lakukan itu salah. Sebab, satu-satunya cara agar bisa mempunyai ilmu dan mampu menulis seperti ayahnya adalah dengan bersekolah. Thamrin pun tumbuh menjadi anak yang kritis, berani, dan cerdas.

Di usia dewasa, ia mulai bekerja sebagai pegawai magang di Residen Batavia dan pegawai klerk di perusahaan pelayaran KPM (Koninklijke Paketvaart Maatschappij atau Perusahaan Pelayaran Kerajaan). Pria yang sangat fasih berbahasa Belanda itu kemudian diberikan kepercayaan untuk duduk di kursi Dewan Kota atau Geementeraad sepanjang tahun 1919-1941 dan di Dewan Rakyat dari tahun 1927 sampai 1941.

Eksistensinya di ranah politik semakin mantap kala ia harus menggantikan Dokter Sutomo yang wafat pada 1938 sebagai Wakil Ketua Partai Indonesia Raya atau Parindra. Di sisi lain, Thamrin tetap berjuang di Dewan Rakyat agar kata atau istilah Nederlands Indie, Inlander, dan Nederlands Indische diganti menjadi Indonesiea, Indonesische, dan Indonesia.

Jika merunut suksesnya kehebatan Thamrin sebagai tokoh nasional, maka perlu diketahui bahwa ia memulainya sebagai seorang tokoh lokal Betawi. Terlebih ketika ia menjabat sebagai Gemeenteraad, ide-ide dan gagasannya semakin jelas untuk memperbaiki keadaan masyarakat Betawi. Thamrin sangat disegani dan dicintai warga Betawi.

Tokoh nasional yang santun dan berhati mulia itu berpulang pada 11 Januari 1941 di Senen, Batavia. Sayangnya, banyak rumor tak sedap yang mengiringi kepergian Thamrin. Melansir Okezone, beberapa pihak menyebut bahwa ia dibunuh. Akan tetapi, laporan resmi pemerintah Belanda mengeklaim, Thamrin bunuh diri ketika menjadi tahanan rumah. Thamrin dimakamkan di pemakaman umum Karet Bivak, Jakarta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini