Share

Tetapkan Idul Adha, PBNU Akan Gelar Rukyatul Hilal di 55 Lokasi

Widya Michella, MNC Media · Selasa 21 Juni 2022 16:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 21 337 2615504 tetapkan-idul-adha-pbnu-akan-gelar-rukyatul-hilal-di-55-lokasi-zHobkWi3gY.jpg Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Pengurus Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU), Ma'rufin Sudibyo mengatakan pihaknya akan menggelar rukyatul hilal penentuan 1 Dzulhijjah 1443 H pada Rabu 29 Dzulqo'dah 1443 H yang bertepatan dengan 29 Juni 2022. Rukyatul hilal akan dilakukan pada 55 titik di seluruh Indonesia.

"Terkait Hari Raya Idul Adha, maka Nahdlatul Ulama melalui LF PBNU akan menyelenggarakan rukyah hilal penentuan 1 Dzulhijjah 1443 H pada 29 Juni 2022 sejauh ini di 55 titik," kata Ma'rufin dalam keterangan tertulisnya kepada MNC Portal, Selasa (21/6/2022).

BACA JUGA:Pastikan Penanganan PMK Maksimal, Ridwan Kamil Minta Masyarakat Tak Khawatir Jelang Idul Adha 

Ma'rufin menyampaikan, pada Rabu 29 Dzulqo'dah 1443 H saat Maghrib di seluruh Indonesia tinggi hilal toposentrik adalah antara 1º 12' (d Merauke, Papua) hingga 3º 22' (di Lhoknga, Aceh). Sementara elongasi hilal geosentrik antara 4º 37' (Merauke) hingga 5º 41' (Lhoknga).

Dalam pelaksanaan rukyatul hilal, LF PBNU, kata Ma'rufin akan menerapkan kriteria imkan rukyah Nahdlatul Ulama (IRNU) sebagai landasan untuk penerimaan atau penolakan laporan rukyah hilal.

BACA JUGA:PP Muhammadiyah Tetapkan Idul Adha 1443 H Jatuh pada 9 Juli 2022 

Menurutnya, sebuah laporan bisa diterima jika kondisi langit mendukung dan elemen posisi bulan di tempat itu memenuhi kriteria IRNU : tinggi toposentrik minimal 3º dan elongasi geosentrik minimal 6,4º. 

"Berdasarkan pada prasyarat tersebut, maka sesungguhnya pada Rabu 29 Dzulqo'dah 1443 H kelak posisi hilal di seluruh Indonesia tidak ada yang memenuhi kriteria IRNU. Sehingga apabila terdapat laporan terlihatnya hilal, maka secara kelembagaan akan ditolak," ujarnya.

Ma'rufin mengatakan, hal ini pun berlaku bagi struktur (jamiyyah) NU, baik di tingkat pengurus besar, provinsi (pengurus wilayah) hingga kabupaten/kota (pengurus cabang) beserta turunannya. Meski, kriteria IRNU baru diterapkan per Ramadan 1443 H lalu dan secara teknis dan psikologis membutuhkan waktu untuk tersosialisasi, maka Ketua Umum PBNU, kata Ma'rufin, akan mengambil kebijakan hadidul bashar.

"Apabila pada Rabu 29 Dzulqo'dah 1443 H tersebut ada yang mengaku melihat hilal maka kesaksiannya hanya berlaku untuk dirinya sendiri dan kalangan sekitar yang mempercayai kesaksiannya. Jadi, berlaku tapi terbatas, bukan untuk jamiyyah," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini