Share

Ingatkan Kader, Megawati : Survei Boleh Dilihat, tapi Jangan Dijadikan Pegangan Utama.

Rakhmatulloh, Sindonews · Selasa 21 Juni 2022 14:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 21 337 2615414 ingatkan-kader-megawati-survei-boleh-dilihat-tapi-jangan-dijadikan-pegangan-utama-i6r82rScvK.jpg Ketum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri. (MNC Portal)

JAKARA - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, mengingatkan para kader partai untuk tidak menjadikan hasil survei sebagai pegangan utama. Sehingga mereka berada di zona nyaman, meski elektabilitas partainya teratas dalam berbagai survei.

Hal tersebut disampaikannya dalam pidato di ajang Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II PDIP Tahun 2021 yang dilaksanakan di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (21/6/2022).

"Apakah karena melihat PDI Perjuangan sekarang dalam surveinya selalu paling tinggi, lalu mereka berpikir saya masuk PDI Perjuangan karena saya bisa rasakan nantinya ada zona nyaman di PDI Perjuangan. Maka saya akan selalu mengatakan orang itu mundur dari PDI Perjuangan, tidak ada gunanya," kata Megawati.

Ia menyebutkan, PDIP didirikan untuk mengorganisasi kekuatan rakyat. Kalau ada kader yang tidak setuju, Presiden Kelima RI ini meminta sebaiknya mundur.

"Karena saya membentuk partai ini adalah kita bisa mengorganisir kekuatan rakyat menjadi solid, bersama kita untuk maju ke depan bagi Indonesia Raya. Jadi kalau ada yang tidak setuju, kali ini seperti yang selalu saya katakan (di hadapan-red) Pak Jokowi, silakan mundur," kata Megawati.

Megawati menekankan, tugas kader partai terus bergerak ke bawah bersama rakyat. Menurutnya, hal itu jauh lebih baik dilakukan daripada terus-menerus merasa di zona nyaman.

"Saya selalu mengatakan apa kehendak kalian untuk masuk dalam PDI Perjuangan? Apa satu, karena tahu PDI Perjuangan, kalau dilihat dari survei, selalu tinggi? Tapi saya selalu mengatakan, jangan selalu lihat survei. Survei boleh dilihat, tapi jangan dijadikan pegangan utama. Karena yang bergerak itu bukan survei, tapi adalah kita sendiri," tutur Megawati.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini