Share

Menilik Pandangan Elite Politik dalam Dramaturgi Reshuffle Kabinet

Bachtiar Rojab, MNC Media · Sabtu 18 Juni 2022 13:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 18 337 2613844 menilik-pandangan-elite-politik-dalam-dramaturgi-reshuffle-kabinet-4MxOZ71Img.jpg Tangkapan layar media sosial

JAKARTA - Susunan kabinet terbaru telah diumumkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istara Kepresidenan, pada Rabu, 15 Juni 2022.

 (Baca juga: Reshuffle Kabinet, Perindo: Wajar Jokowi Evaluasi Kinerja Menterinya)

Dalam reshuffle teranyar, 4 dari 5 nama baru dalam Kabinet Indonesia Maju adalah politisi.Mereka adalah Zulkifli Hasan, Ketua Umum PAN yang jadi Menteri Perdagangan, politikus PDI-P Wempi Wetipo sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri, Sekjen PSI Raja Juli sebagai Wakil Menteri ATR/BPN, dan Sekjen PBB Afriansyah Noor di kursi Wakil Menteri Ketenagakerjaan.

MNC Trijaya dalam acara bertajuk "Dramuturgi Reshuffle Kabinet" turut mengulas pandangan dari para elit partai politik (parpol). Yakni Politikus PDIP Ono Surono, Politikus PAN Viva Yoga Mauladi, Politikus PKS Mardani Ali Sera dan Politikus Partai Perindo Tama S Langkun. Adapun dari Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah serta Sekjen Konsorsium Pembaruan Agraria Dewi Kartika.

Politikus PDIP Ono Surono mengatakan, dengan adanya reshuffle terutama di kursi kementerian Perdagangan membuat seakan-akan Presiden Jokowi mendengar keluhan rakyat. Terutama, mengenai melambungnya harga minyak goreng.

"Menteri perdagangan itu ya harus di reshuffle, alhamdulillah secara pribadi saya senang, ternyata pak Jokowi juga mendengar apa yang dikeluhkan oleh rakyat. Ini menjadi harapan besar bagi rakyat untuk hasil reshuffle ini bisa ditunjukan dengan kinerja yang jauh lebih baik lagi," ujar Ono, dalam MNC Trijaya, Sabtu (18/6/2022).

Sementara, politikus PAN Viva Yoga Mauladi menyebut, Ia menghormati keputusan presiden usai melantik Ketua Umum PAN Zulkifli Hassan sebagai kabinetnya. Menurut Viva, sudah menjadi tanggung jawab PAN ikut bertanggung jawab dalam kinerja pemerintah. Meski, tak semudah yang dibayangkan.

"Ini merupakan tanggung jawab besar yang berat dan tidak ringan, karena ini Adalah di kementerian Perdagangan, yang berbicara bukan hanya soal minyak goreng, tetapi bicara soal sebelas bahan pokok yang harus dijaga stabilitas harga dan pasokan," ucapnya.

Tak hanya itu, politikus Partai Perindo Tama S Langkun menganggap, adanya reshuffle dalam pemerintahan Jokowi sudah bukan lagi hal yang aneh. Pasalnya, Tama mencatat, sudah ada 7 kali reshuffle di era pemerintahan Jokowi.

"Ini sesuatu hal yang menurut bayangan saya logis, karena soal reshuffle ini bukan hanya sekali, tapi kalau kita lihat, di era pemerintahan jokowi itu sudah 7 kali reshuffle, ya. Paling pertama itu Agustus 2015. Kemudian Juli 2012, yang paling terakhir 15 juni 2022. Itu artinya sesuatu hal yang biasa terjadi," ucapnya.

Lebih lanjut, Politisi PKS Mardani Ali Sera menilai, sudah menjadi tugas sepenuhnya presiden dalam memperbaiki kabinetnya. Yang Ia harap, hanyalah perubahan cepat yang dilakukan para menteri yang sudah dilantik. Terlebih dari menteri perdagangan.

"Yang pertama lagi-lagi hak prerogatif pak jokowi, monggo. Kalau kami menilai, berharap dua pekan ke depan urusan harga minyak goreng katakan dan beberapa harga komoditi dapat segera terjangkau," tegasnya.

"Kalau berdasarkan kinerja Pak sofyan Djalil layak untuk direshuffle, kalau untuk menteri argaria, ya. Tapi soal sosok yang dipilih menjadi pengganti tentu itu hal lain," ujar Sekjen Konsorsium Pembaruan Agraria Dewi Kartika menanggapi reshuffle Menteri ATR/BPN.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

(fmi)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini