Share

Ketua PBNU Sebut Khilafatul Muslimin Perlu Dibina Belajar Islam Wasathiyah

Widya Michella, MNC Media · Jum'at 17 Juni 2022 14:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 17 337 2613313 ketua-pbnu-sebut-khilafatul-muslimin-perlu-dibina-belajar-islam-wasathiyah-M9qkitTWi1.jpg Ilustrasi/ Foto: Okezone

JAKARTA - Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi atau disapa Gus Fahrur sependapat dengan sikap Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid yang mengimbau Ormas Islam untuk merangkul kelompok Khilafatul Muslimin.

Gus Fahrur menyebut mereka perlu dibina untuk belajar islam wasathiyah yang mencintai NKRI. Adapun, maksud dari wasathiyah adalah cara pandang keislaman yang lebih moderat. 

"Itu (Khilafatul Muslimin) gerakan yang perlu diwaspadai oleh aparat keamanan negara jika ada indikasi melawan hukum, anggotanya perlu dibina untuk belajar islam wasathiyah mencintai NKRI bahwa bentuk negara NKRI adalah terbaik dan sudah final," kata Gus Fahrur dalam keterangan tertulisnya kepada MNC Portal, Jumat (17/06/2022).

Gus Fahrur menyampaikan jika kelompok tersebut tidak mencintai NKRI, maka ide khilafah hanya akan memecah belah persatuan bangsa.

Kemudian dirinya pun meminta agar masyarakat mewaspadai propaganda mereka melalui berbagai prasarana dan medsos, penerbitan buletin dakwah, perekrutan anggota, dan kampanye khilafah melalui kamuflase pengajian, atau kajian dengan kemasan islami.

"Ini perlu melibatkan ormas moderat seperti NU dan Muhammadiyah," kata dia.

Lebih lanjut, para ulama pendiri bangsa, menurutnya telah menyelesaikan persoalan hubungan agama dan negara melalui kesepakatan nasional yakni dengan memegang teguh Pancasila, UUD 1945, dan NKRI.

"Para ulama pendiri bangsa sudah menyelesaikan persoalan hubungan agama dan negara melalui kesepakatan nasional yang mengikat keindonesiaan hingga saat ini, sebagai landasan berbangsa dan bernegara, yakni Pancasila, UUD 1945, dan NKRI," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini