Share

Densus 88 Masih Dalami Perbuatan Teror Kelompok Khilafatul Muslimin

Puteranegara Batubara, Okezone · Jum'at 17 Juni 2022 11:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 17 337 2613176 densus-88-masih-dalami-perbuatan-teror-kelompok-khilafatul-muslimin-cTP4S8ze6M.jpg Pimpinan Khilafatul Muslimin, Abdul Qadir Hasan Baraja (foto: dok MPI)

JAKARTA - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menyatakan masih terus mendalami adanya dugaan perbuatan teror yang dilakukan oleh organisasi Khilafatul Muslimin.

"Perbuatan teror sampai saat ini masih didalami," kata Kepala Bagian Bantuan Operasi (Kabagbanops) Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Aswin Siregar kepada awak media, Jakarta, Jumat (17/6/2022).

 BACA JUGA:Berawal dari Konvoi, Organisasi Khilafatul Muslimin Kini Diberangus Polisi

Aswin mengungkapkan, berdasarkan keterangan tersangka dan barang bukti yang diperiksa kepolisian, Khilafatul Muslimin disinyalir kuat telah menyebarkan ideologi anti-Pancasila.

"Untuk mewujudkan tujuannya tersebut dengan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan ketakutan secara meluas sebagaimana norma yg dapat dimasukkan dengan rumusan perbuatan teror yang masih didalami," ujar Aswin.

 BACA JUGA:Setelah Dibaiat, Anggota Khilafatul Muslimin Diberi Buku Saku Ajaran Kartosuwiryo soal NII

Dalam hal ini, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengungkapkan, Densus 88 akan mendampingi Polda jajaran dalam proses penyidikan hingga penindakan.

"Terkait asistensi dan monitoring juga dilakukan oleh Densus 88 untuk melakukan pendamingan polda-polda," ucap Ramadhan terpisah.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

Diketahui, Polri menyatakan bahwa sejauh ini pihaknya telah menetapkan 23 anggota organisasi Khilafatul Muslimin sebagai tersangka.

"Sampai saat ini Polri sudah melakukan penangkapan terhadap 23 tersangka," ujar Ramadhan.

Ramadhan merincikan, 23 tersangka itu diproses oleh beberapa Polda jajaran. Pertama, Polda Jawa Tengah (Jateng) sebanyak enam tersangka yakni, G, D, A, M, S, dan I.

Kemudian, Polda Lampung lima tersangka, yaitu, AA, L, A, AS, dan I. Selanjutnya, Polda Jawa Barat dengan lima tersangka, yaitu AE, S, AS, HM dan EU.

"Lalu, Polda Jawa Timur dengan satu tersangka yakni A. Polda Metro Jaya menetapkan enam orang tersangka yakni, AQB, AA, IN, SW, F dan AS," tutup Ramadhan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini