Share

Menteri Paling Singkat Menjabat di Era Soeharto, Nomor 2 Anak Presiden!

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Jum'at 17 Juni 2022 07:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 16 337 2612907 menteri-paling-singkat-menjabat-di-era-soeharto-nomor-2-anak-presiden-IfYjM0Nnx6.jpeg Tutut Soeharto. (Foto: Dok Okezone)

PRESIDEN Soeharto menjadi presiden Indonesia yang paling lama menjabat. Soeharto diangkat sebagai presiden pada 6 Juni 1968. Selama menjabat, Presiden Soeharto memimpin Kabinet Pembangunan I hingga Kabinet Pembangunan VII.

Kabinet Pembangunan VII dibentuk Soeharto berdasarkan Keppres No 62/M Tahun 1998 tertanggal 14 Maret 1998. Namun, kabinet tersebut harus berakhir ketika Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998. Para menteri dalam Kabinet Pembangunan VII pun hanya menjabat selama 68 hari.

Berikut beberapa menteri yang paling singkat menjabat di era Presiden Soeharto:

1. Mohammad Hasan

Mohammad Hasan atau Bob Hasan merupakan keturunan Tionghoa yang menjadi Menteri Perindustrian dan Perdagangan di masa Kabinet Pembangunan VII. Sebelumnya, ia berprofesi sebagai seorang pengusaha dan aktif di bidang olahraga. Bob pernah menjadi Ketua PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia) dan IAAF (International Associations of Athletic Federation).

Bob Hasan diangkat oleh Soeharto menjadi menteri karena keduanya adalah mitra bisnis di segala bidang, termasuk di industri kayu. Berkat kesuksesannya di bidang ini, Soeharto mengangkatnya pula menjadi Ketua Asosiasi Panel Kayu Indonesia (APKINDO).

Baca juga: 4 Menteri Paling Lama di Era Soeharto, BJ Habibie 20 Tahun!

Namun, masa jabatannya sebagai menteri tidak berlangsung lama, karena Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden dan susunan kabinet pun berubah. Tercatat Bob Hasan menjadi Menteri Perindustrian dan Perdagangan dari 14 Maret 1998 hingga 21 Mei 1998.

2. Siti Hardijanti Rukmana

Siti Hardijanti Rukmana atau akrab disapa Tutut ini pernah menempati posisi Menteri Sosial pada Kabinet Pembangunan VII. Tak beda dengan Bob Hasan, Tutut menjabat dari 14 Maret 1998 hingga 21 Mei 1998.

Anak pertama Presiden Soeharto ini juga pernah menjadi calon presiden dan juru kampanye Partai Karya Peduli Bangsa pada pemilu 2004. Selain berkiprah di politik, Tutut aktif pula di bidang bisnis dan sosial. Jabatan dalam organisasi yang pernah diembannya antara lain sebagai Ketua Umum PRSSNI (Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional lndonesia) dan Ketua Yayasan Tiara Indah (Bhakti Nusantara Indah).

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

3. Muhammad Alwi Dahlan

Guru Besar Ilmu Komunikasi FISIP UI, Muhammad Alwi Dahlan, menjadi Menteri Penerangan sejak 14 Maret 1998-21 Mei 1998. Sebelumnya, Alwi Dahlan sempat menjabat sebagai Asisten Menteri bidang Keserasian Kependudukan dan Lingkungan serta bidang Kependudukan di Kementerian Lingkungan Hidup pada 1979-1993.

Selanjutnya, pada 1993-1998, lulusan doktor ilmu komunikasi dari Universitas of Illinois, Amerika Serikat ini menjadi Kepala BP7 (Badan Pembinaan Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila). Selain aktif di dunia pendidikan dan politik, Alwi dikenal pula sebagai penulis skenario film. Salah satunya, film Harimau Tjampa yang meraih penghargaan Festival Film Indonesia tahun 1955 untuk Skenario Terbaik.

Diolah dari berbagai sumber:

Septi Kurnia – Litbang MPI

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini