Share

Mahfud MD: Sudah 3 Tahun Indonesia Tak Disebut Miliki Masalah Pelanggaran HAM oleh PBB

Riezky Maulana, iNews · Kamis 16 Juni 2022 14:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 16 337 2612683 mahfud-md-sudah-3-tahun-indonesia-tak-disebut-miliki-masalah-pelanggaran-ham-oleh-pbb-YjsRrOn6QH.JPG Menko Polhukam Mahfud MD (Foto: MPI)

JAKARTA - Menko Polhukam Mahfud MD mengklaim bahwa penanganan HAM di Indonesia mengalami kemajuan sejak tiga tahun lalu. Hal ini dibuktikan di mana, Indonesia tak memilki catatan negatif terkait pelanggaran HAM di Dewan HAM PBB.

Pernyataan tersebut disampaikan Mahfud saat menggelar konferensi pers usai menghadiri agenda sidang Dewan HAM Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa, Swiss, Senin 13 Juni lalu.

"Sudah tiga tahun ini, tepatnya sejak Tahun 2020, Dewan HAM PBB tidak menyebut Indonesia dalam catatan negara yang punya masalah pelanggaran HAM. Hal ini berarti kita sudah mengalami kemajuan," tutur Mahfud, Kamis (16/6/2022).

Mahfud menjelaskan, dalam forum tersebut setidaknya ada 21 negara yang memiliki catatan pelanggaran HAM. Akan tetapi, nama Indonesia sama sekali tidak disebutkan di dalamnya.

"Pada pidato pembukaan Sesi ke-50 Sidang Dewan HAM, Komisioner Tinggi HAM menyebut 21 negara yang perkembangan HAM-nya dirujuk dan Indonesia tidak termasuk," katanya.

Dia memaparkan, dalam sidang tersebut pemerintah menyampaikan terkait penanganan pandemi covid-19 di Indonesia yang berjalan dengan tetap melindungi HAM. Lalu, ada pula isu penetapan Rencana Aksi Nasional Pemajuan Hak-Hak Asasi Manusia (RanHAM) 2021-2025.

RanHAM di Indonesia sendiri memiliki target 4 kelompok rentan, antara lain anak-anak, kaum perempuan, penyandang disabilitas, dan masyarakat adat. Menurut dia, dari tiga bahasan di atas, pernyataan tersebut mendapat sambutan positif dari Komisi Tinggi HAM.

"Statement Pemerintah Indonesia mendapatkan sambutan positif dari Komisi Tinggi HAM, seperti yang saya dengar langsung dari Komisioner Tinggi HAM, Michelle Bachelet saat saya bertemu secara khusus di ruang kerjanya," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini