Share

Menkopolhukam: Waspadai Tumbuhnya Khilafah dan Neo Komunisme

Carlos Roy Fajarta, · Kamis 16 Juni 2022 12:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 16 337 2612575 menkopolhukam-waspadai-tumbuhnya-khilafah-dan-neo-komunisme-H1SKsaPH9q.jpg Menko Polhukam, Mahfud MD (foto: dok Kemenko Polhukam)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD meminta masyarakat dan para penjabat kepala daerah untuk mewaspadai tumbuhnya ideologi Khilafah dan Neo Komunisme.

Ada penurunan ideologi Pancasila, jika tidak diantisipasi dapat membuat tumbuh nya Neo komunisme dan khilafah.

"Sekarang ini terasa ada penurunan kesadaran masyarakat mengenai ideologi Pancasila. Jika tidak diantisipasi dengan baik dapat dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk menghidupkan kembali ideologi terlarang misalnya neo komunisme dan ramainya sistem khilafah," ujar Mahfud MD.

 BACA JUGA:Polri Libatkan Densus 88 Usut Kasus Khilafatul Muslimin

Mahfud MD mengungkapkan pemahaman dan konsep Khilafah di negara Islam terbesar di dunia seperti Indonesia amat mudah menyusup.

"Khilafah sebagai sistem pemerintahan, itu muncul belakangan itu meskipun masih dalam skala kecil," terangnya.

 BACA JUGA:30 Pesantren Khilafatul Muslimin Tak Terdaftar di Kemenag

Lebih lanjut ia mengungkapkan, setiap warna negara Indonesia memiliki hak dalam menyampaikan aspirasinya terkait apa yang ia perjuangkan.

"Namun kalau soal ideologi Pancasila itu sudah merupakan kesepakatan para pendiri bangsa dan h tersebut harus ditaati dan dipatuhi semua pihak," jelasnya.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Ia menyebutkan, meskipun masyarakat yang memiliki pemahaman berbeda tentang konsep kesejahteraan masyarakat memiliki hak untuk membuat partai politik (parpol) namun harus tetap berdasarkan ideologi Pancasila.

"Silahkan buat partai politik yang resmi, namun tidak boleh melakukan kegiatan yang kerancuan ideologi kita Pancasila," lanjutnya.

Ia mengungkapkan, dirinya pernah mengungkapkan adanya kekhawatiran apabila pemerintah terus mentolerir pemahaman yang menyimpang dari Pancasila maka akan berdampak buruk dimasa yang akan datang.

"Kalau keadaan terus menerus terlalu toleran terhadap apa perbedaan atau polarisasi ideologi, maka kita akan kerepotan nantinya. Untuk mengatasi hal tersebut maka kita semua memiliki tugas untuk mengatasi berkembangnya ideologi selain Pancasila ini," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini