Share

Dapat Jatah Menteri, PPP Ingatkan Politikus PAN Tak Lagi Kritis Seperti Oposisi

Felldy Utama, iNews · Kamis 16 Juni 2022 11:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 16 337 2612550 dapat-jatah-menteri-ppp-ingatkan-politikus-pan-tak-lagi-kritis-seperti-oposisi-6C87qWiSyq.jpg Zulhas dilantik jadi Mendag/ Antara

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) sebagai Menteri Perdagangan. Masuknya Zulhas ke kabinet, menambah koalisi pemerintah di DPR.

(Baca juga: Daftar Lengkap Reshuffle Kabinet Jokowi dari Periode Pertama hingga Kini)

Oleh karena itu, Wakil Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani mengingatkan agar Partai Amanat Nasional (PAN) untuk menjaga sikap dalam berpolitik.

"Nah, sekarang secara formal, koalisi itu bertambah satu anggota. Nah, kita berharap PAN ini bisa kemudian menyesuaikan diri," kata Arsul kepada wartawan, Kamis (16/6/2022).

Wakil Ketua MPR itu memastikan bahwa sejauh ini parpol koalisi pendukung pemerintahan masih solid. Kendati dia menyadari, memang terkadang terjadi perbedaan-perbedaan sudut pandang.

Oleh karena itu, PAN sebagai parpol baru yang bergabung dalam koalisi pemerintah diharapkan dapat menyesuaikan diri. Artinya, jangan sampai ada satu atau dua politisinya yang bersikap seperti oposisi.

"Misalnya, partainya ada di sini (di dalam koalisi pemerintah), terus ada satu dua tiga politisinya yang kemudian bersuara seperti oposisi, gitu lho. Ndak bisa kita," ujarnya.

"Bukan, sekali lagi, tidak boleh kritis. Tapi berseberangan itu saya kira tidak pas. Nah, ini sangat penting," tutur dia melanjutkan

Arsul pun menyinggung adanya salah satu politikus PAN yang sempat menyebut ada satu nama besar yang akan terjungkal. Pernyataan itu disampaikan menjelang reshuffle kabinet kemarin.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Dia mengatakan, sikap seperti itu sebaiknya dihindari untuk menjaga kondusifitas di dalam parpol koalisi pendukung pemerintahan.

"Nah yang begitu-begitu sebaiknya kalau menyangkut partai politik lain, itu penting tidak berkomentar, gitu lho. Supaya apa? Supaya ada kondusifitas. Supaya tidak ada, katakanlah saling kritik mengkritik atau bahkan serang menyerang di antara sesama anggota partai koalisi," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini