Share

Diisukan Masuk Kabinet Jokowi, Profil Raja Juli Petinggi PSI yang Pernah Menulis Riset Ayat-Ayat Jihad

Tim Okezone, Okezone · Rabu 15 Juni 2022 05:57 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 15 337 2611675 diisukan-masuk-kabinet-jokowi-profil-raja-juli-petinggi-psi-yang-pernah-menulis-riset-ayat-ayat-jihad-PSmicxLVpT.jpg Raja Juli Antoni (Foto: Dok Wikipedia)

JAKARTA - Raja Juli Antoni merupakan salah satu yang dipanggil Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Istana. Ia dipanggil di tengah kencangnya isu reshuffle Kabinet Indonesia Maju.

Siapa Raja Juli Antoni? Dia merupakan Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Kini, posisinya sebagai Sekretaris Dewan Pembina PSI.

Menukil dari wikipedia, Raja Juli sebelumnya merupakan politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Pada 2009, Raja Juli pernah mencalonkan diri dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) untuk Daerah Pemilihan Jawa Barat IX (Kabupaten Subang, Sumedang dan Majalengka), namun kalah. 

Pria kelahiran Pekanbaru, Riau pada 13 Juli 1977 itu terbilang aktif dalam berorganisasi, di mana dirinya pernah menjadi Ketua Umum PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dan Direrktur Eksekutif Maarif Institute.

Raja Juli juga pernah mencalonkan sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2015-2020, namun mengundurkan diri karena ingin fokus di PSI.

BACA JUGA:Isu Reshuffle Menguat, Ini Daftar Menteri yang Sudah Menghadap Jokowi

Pendidikan yang ditempuh Raja Juli juga tak main-main. Dia menamatkan gelar sarjana di IAIN Syarif Hidayatullah (sekarang UIN Jakarta) pada 2001 dengan riset berjudul Ayat-ayat Jihad: Studi Kritis terhadap Penafsiran Jihad sebagai Perang Suci. 

Pendidikan masternya di The Department of Peace Studies, Universitas Bradford, Inggris, setelah mendapatkan beasiswa Chevening Award pada tahun 2004, dan menyelesaikannya dengan tesis yang berjudul The Conflict in Aceh: Searching for A Peaceful Conflict Resolution Process.

Dengan beasiswa dari Australian Development Scholarhip (ADS) pada 2010, Raja Juli meneruskan studi doktoral di School of Political Science and International Studies pada Universitas Queensland, Australia. Ia berhasil mendapatkan gelar Ph.D dengan disertasi berjudul Religious Peacebuilders: The Role of Religion in Peacebuilding in Conflict Torn Society in Southeast Asia, dengan mengambil studi kasus Mindanao, Filipina Selatan dan Maluku, Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini