Share

Wapres: Pemerintah Bertekad Kemiskinan Ekstrem Nol Persen pada 2024

Binti Mufarida, Sindonews · Rabu 15 Juni 2022 04:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 15 337 2611663 wapres-pemerintah-bertekad-kemiskinan-ekstrem-nol-persen-pada-2024-7v8vtgcmtP.jpeg Wakil Presiden Maruf Amin (Foto: Satwapres)

PANGKALPINANG - Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin tegaskan pemerintah bertekad untuk mempercepat agar kemiskinan ekstrem nol persen pada tahun 2024. Hal ini sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2022 terkait Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

"Presiden itu untuk mempercepat, karena kita juga bertekad bahwa kemiskinan ekstrem itu pada 2024 adalah nol persen," kata Wapres di sela membuka Kongres Halal Internasional di Pangkalpinang, Bangka Belitung, Selasa (14/6/2022).

Wapres mengatakan saat ini sudah ada 200 kabupaten lebih yang telah entas dari kemiskinan ekstrem. “Karena itu, kita mempercepat bagaimana sisa-sisa setelah 2021 kita coba dengan 25 kabupaten, sekarang ini dengan 200 kabupaten lebih.”

Wapres menegaskan di sisa periode pemerintahannya dengan Presiden Jokowi, maka terua dilakukan penyempurnaan data by name by addreas untuk mempercepat penanganan kemiskinan ekstrem melalui dua Kementerian Koordinator.

“Dan sisanya 2023 – 2024 melalui dua Kementerian Koordinator, PMK dan juga Kementerian Koordinator Bidang Ekonomi untuk terus pendataan, penyempurnaan data-data, supaya mereka yang tergolong kemiskinan ekstrem itu namanya maupun addressnya, by name by address, itu diketahui secara detail, terus disempurnakan,” tegas Wapres.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Wapres juga mengatakan pemerintah juga meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat. “Kemudian, disamping pemberian seperti tadi yang saya lakukan memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat, tapi juga pemberdayaan ekonomi melalui Kemenko Perekonomian,” katanya.

“Dengan demikian maka seluruh, itu 30 kementerian, itu kita koordinasikan untuk ada kolaborasi, dan juga saling menopang. Kementerian ini mengerjakan apa, kementerian ini mengerjakan apa, kementerian ini mengerjakan apa, sehingga pekerjaan itu tidak tumpeng tindih. Jadi konvergensi daripada pembiayaan itu juga bisa berjalan dengan baik. Barangkali itu penjelasannya,” papar Wapres.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini