Share

Terungkap! Ade Yasin Berupaya Manipulasi Laporan Keuangan Pemkab Bogor

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 14 Juni 2022 15:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 14 337 2611380 terungkap-ade-yasin-berupaya-manipulasi-laporan-keuangan-pemkab-bogor-ONnK0fdPcU.jpg Ade Yasin jadi tersangka korupsi (Foto : Antara)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar upaya manipulasi data laporan keuangan Pemkab Bogor yang sedang diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Barat. Upaya manipulasi data laporan keuangan itu diduga dilakukan oleh Bupati nonaktif Bogor, Ade Yasin (AY) dengan menyuap tim Auditor BPK Jabar.

Ade Yasin diduga menyuap tim Auditor BPK Jabar agar hasil audit laporan keuangan Pemkab Bogor mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Demikian terungkap setelah penyidik lembaga antirasuah memeriksa delapan saksi pada Senin, 13 Juni 2022.

Delapan saksi tersebut yakni, Wakil Direktur Administrasi RSUD Ciawi, Yukie Meistisia Anandaputri; Kasubbag Kepegawaian RSUD Ciawi, Irman Gapur; Kasubbag Keuangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bogor, Iji Hataji; Kabag Keuangan RSUD Cileungsi, Wahyu.

Kemudian, Sekretaris DKPP Kabupaten Bogor, Irma Lestia; Kasubbag Keuangan Sekwan DPRD Kabupaten Bogor, Aep Saepurahman; Kabid Sarpras Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Desirwan Kuslan; serta Kasubbag di DPMPTSP Kabupaten Bogor, Ruli alias Paul.

"Para saksi hadir dan dilakukan pendalaman kembali oleh tim penyidik antara lain terkait dengan dugaan pengumpulan sejumlah uang oleh beberapa SKPD di Pemda Bogor sebagaimana arahan tersangka AY," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Selasa (14/6/2022).

"(Arahan Ade Yasin) agar hasil pemeriksaan audit oleh tersangka ATM dkk hanya menggunakan data-data tertentu saja sehingga nantinya hasil laporan audit yang dibuat tersangka ATM bersama tim menjadi tidak ada temuan," sambungnya.

Sementara itu, terdapat satu saksi yang tidak memenuhi panggilan pemeriksaan KPK pada Senin, 13 Juni 2022, kemarin. Satu saksi tersebut yakni, Kasubbag Keuangan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Ani Bestari. KPK bakal menjadwal ulang pemeriksaan yang bersangkutan.

"Ani Bestari (Kasubbag Keuangan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor), tidak hadir dan dijadwal ulang," tuturnya. 

Diketahui sebelumnya, KPK telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengurusan laporan keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tahun anggaran 2021. Delapan tersangka tersebut yakni, Bupati Bogor, Ade Yasin (AY).

Kemudian, Sekretaris Dinas (Sekdis) PUPR Kabupaten Bogor, Maulana Adam (MA); Kasubid Kas Daerah BPKAD Kabupaten Bogor, Ihsan Ayatullah (IA); Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Dinas PUPR Kabupaten Bogor, Rizki Taufik (RT). Mereka ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap.

Sedangkan empat tersangka lainnya merupakan pihak penerima suap. Mereka yakni Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Barat, Anthon Merdiansyah (ATM); Arko Mulawan (AM); Hendra Nur Rahmatullah Karwita (HNRK); dan Gerri Ginanjar Trie Rahmatullah (GGTR).

Dalam perkara ini, Ade Yasin diduga memerintahkan tiga anak buahnya untuk mengupayakan Pemkab Bogor dapat WTP. Kemudian, terdapat kesepakatan jahat antara anak buah Ade Yasin dengan para Anggota BPK Jabar yang mengaudit laporan keuangan Pemkab Bogor.

Dari hasil audit BPK, terdapat temuan janggal laporan keuangan terkait proyek peningkatan jalan Kandang Roda - Pakan Sari. Lantas, Ade Yasin melalui anak buahnya memberikan uang dugaan suap dengan nilai total Rp1,9 miliar kepada para tim pemeriksa dari BPK Jabar.

Atas perbuatannya, para pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan pihak penerima suap, disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini