Share

Mantan Bupati Tabanan Bali Jalani Sidang Perdana Kasus Suap

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 14 Juni 2022 09:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 14 337 2611070 mantan-bupati-tabanan-bali-jalani-sidang-perdana-kasus-suap-AerRBironp.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Mantan Bupati Tabanan Bali, Ni Putu Eka Wiryastuti (NPEW) bakal menjalani sidang perdananya di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Denpasar, hari ini. Eka Wiryastuti bakal diadili atas perkara dugaan suap terkait pengurusan Dana Insentif Daerah (DID) untuk Kabupaten Tabanan, Bali, Tahun 2018.

Mantan staf Eka Wiryastuti sekaligus Dosen nonaktif Universitas Udayana, I Dewa Nyoman Wiratmaja (IDNW) juga akan menjalani sidang perdana terkait perkara yang sama hari ini. Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal membacakan surat dakwaan bersamaan.

"Berdasarkan penetapan majelis hakim, hari ini diagendakan sidang perdana pembacaan surat dakwaan oleh tim jaksa KPK dengan terdakwa Ni Putu Eka Wiryastuti dan I Dewa Nyoman Wiratmaja di Pengadilan Tipikor pada PN Denpasar," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Selasa (14/6/2022).

Ali menjelaskan bahwa perbuatan korupsi Eka Wiryastuti dan Nyoman Wiratmaja akan dibeberkan secara detail dalam surat dakwaan. Rencananya, Eka Wiryastuti dan Nyoman Wiratmaja akan dihadirkan secara langsung oleh tim jaksa ke Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Denpasar.

"Paparan lengkap terkait dugaan perbuatan pidana yang dilakukan oleh para terdakwa, selengkapnya telah tertuang dalam surat dakwaan tim jaksa. Tim jaksa dan para terdakwa hadir langsung di Pengadilan Tipikor," pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, KPK telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka atas kasus dugaan suap terkait pengurusan Dana Insentif Daerah (DID) untuk Kabupaten Tabanan, Bali, Tahun 2018. Ketiga tersangka tersebut yakni, mantan Bupati Tabanan Bali dua periode, Ni Putu Eka Wiryastuti (NPEW).

Kemudian, Dosen nonaktif Universitas Udayana sekaligus mantan staf Eka Wiryastuti, I Dewa Nyoman Wiratmaja (IDNW) dan mantan Kepala Seksi Dana Alokasi Khusus Fisik II pada Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Rifa Surya (RS).

Eka Wiryastuti dan Nyoman Wiratmaja ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap. Sedangkan Rifa Surya, ditetapkan sebagai tersangka penerima suap. Rifa Surya diduga menerima suap bersama mantan pejabat Kemenkeu, Yaya Purnomo. Di mana, kasus ini merupakan pengembangan dari perkara sebelumnya yang menjerat Yaya Purnomo.

Dalam perkara ini, Yaya Purnomo dan Rifa Surya diduga telah menerima uang dari Eka Wiryastuti melalui Nyoman Wiratmaja secara bertahap senilai Rp600 juta dan 55.300 dolar AS atau setara Rp794 juta. Jika diakumulasikan, uang dugaan suap yang diterima Yaya dan Rifa dari Eka senilai Rp1,39 miliar.

Adapun, uang sebesar Rp1,39 miliar tersebut diduga merupakan fee yang disepakati Yaya Purnomo, Rifa Surya, dan Eka Wiryastuti untuk memuluskan pencairan Dana Insentif Daerah (DID) untuk Kabupaten Tabanan Bali, tahun 2018. Terungkap juga ada kode suap 'Dana Adat Istiadat' untuk menyamarkan permintaan uang tersebut.

Atas perbuatannya, Eka Wiryastuti dan Nyoman Wiratmaja disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana Jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Sedangkan Rifa Surya, disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana Jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini