Share

Wapres Buka Rakernas Al Jam'iyatul Washliyah Pertama, LGBT Akan Ada dalam Bahasan

Binti Mufarida, Sindonews · Jum'at 10 Juni 2022 14:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 10 337 2609255 wapres-buka-rakernas-al-jam-iyatul-washliyah-pertama-lgbt-akan-ada-dalam-bahasan-Krygup5NJL.jpg Wakil Presiden Maruf Amin (Foto: Satwapres)

JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Al Jam’iyatul Washliyah pertama di Istana Wapres, Jumat (10/6/2022).

Dalam Rakernas ini akan membahas permasalahan umat dalam rangka menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dari paham-paham yang ingin mengganti dasar negara Pancasila, hingga LGBT.

Wapres mengatakan Al Jam’iyatul Washliyah memiliki jutaan anggota yang tersebar di seluruh pelosok negeri. Sehingga kontribusi dari organisasi ini melalui bidang-bidang tersebut akan sangat bernilai bagi umat Islam dan bangsa Indonesia secara keseluruhan.

“Oleh karena itu, saya ingin menyampaikan harapan agar Rapat Kerja Nasional yang pertama ini dapat menghasilkan keputusan dan kebijakan internal organisasi yang terbaik, serta gagasan-gagasan, terobosan, dan rekomendasi untuk mewujudkan kemaslahatan umat, bangsa, dan negara,” ungkap Wapres.

Sementara itu, Ketua Umum Al Jam’iyatul Washliyah, Masyhuril Khamis mengatakan dalam rapat kerja nasional ini akan mengundang organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam besar di Indonesia.

“Kami mengundang Pimpinan Pusat Muhammadiyah, kami mengundang Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, kami mengundang Majelis Ulama Indonesia, Insya Allah besok beliau-beliau akan bergabung dengan kami mendiskusikan peranan ormas dalam rangka menjadikan negeri kita ini negeri yang Insyaallah sejahtera,” ungkap Masyhuril.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

“Kita ingin memupus anggapan seolah-olah kita ini tidak bersaudara, tapi sesungguhnya kita ini punya kekuatan yang luar basa yaitu Pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.

Masyhuril mengatakan Al Jam’iyatul Washliyah tetap komitmen dalam rangka perbaikan nilai-nilai akhlak bangsa, dalam rangka menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dari paham-paham yang ingin mengganti dasar negara Pancasila bahkan juga LGBT.

“Kami juga dalam rapat kerja nasional ini akan berupaya untuk melirik tentang permasalahan umat, salah satu diantaranya hari ini adalah gerakan LGBT yang sangat masif dalam merusak tatanan generasi kita kedepan. Al Jam’iyatul Washliyah tegas menolak LGBT, Al Jam’iyatul Washliyah prihatin dengan gerakan-gerakan yang membuat akhlak-akhlak negeri kita terpojok, karena itulah kami dalam rapat kerja nasional ini untuk bersama-sama memberi solusi terhadap permasalah ini,” katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini