Share

Viral Tarif Foto dan Video di Wisata Gunung Bromo Rp1 Juta, Ini Penjelasan Pengelola

Avirista Midaada, Okezone · Rabu 08 Juni 2022 17:53 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 08 337 2608064 viral-tarif-foto-dan-video-di-wisata-gunung-bromo-rp1-juta-ini-penjelasan-pengelola-TJSF30rwpr.jpg Wisata Gunung Bromo (Foto: Avirista M)

MALANG - Video tarif pengambilan foto dan video di kawasan Wisata Gunung Bromo yang masuk Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) viral beredar di media sosial.

Akun Instagram agung_bromo 731 menggunggah keluhan mengenai mahalnya biaya pengambilan foto dan gambar di TNBTS. Sang pemilik akun juga melampirkan kwitansi pembayaran Rp1 juta untuk pengambilan gambar dan foto.

BACA JUGA:Kak Seto Buka Suara Terkait Viral Remaja Cegat Truk: Memprihatinkan! 

Pada video yang diunggah itu juga disertakan bukti Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi atas nama Agung Budianto. Keduanya baik kwitansi pembayaran dan surat tersebut menampilkan kop surat dan stempel resmi dari pengelola TNBTS.

Dalam keterangannya, sang pemilik akun tersebut menuliskan "untuk para pecinta foto dan selama pengambilan gambar di Bromo dikenakan biaya 1 juta".

Sontak saja informasi unggahan di media sosial itu menuai beragam reaksi. Pasalnya, unggahan ini juga beredar viral hingga luar negeri. Balai Besar TNBTS selaku pengelola pun memberikan penjelasan mengenai tarif foto dan video sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 Tahun 2014 tentang jenis dan tarif penerimaan negara bukan pajak yang berlaku di Kementerian Kehutanan.

BACA JUGA:Viral Pemuda Ditarik Orangutan Akibat Bikin Konten, Pelaku Sengaja Lompati Pagar Pembatas 

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Kepala Sub Bagian Data, Evaluasi dan Humas BB TNBTS, Sarif Hidayat mengakui, berdasarkan aturan di PP Nomor 12 Tahun 2014 memang ada tarif tambahan selain tiket masuk kawasan yang terdapat PNBP. Tetapi hal itu berlaku untuk pengambilan gambar foto maupun video dengan tujuan komersil.

Adapun biaya yang ditetapkan adalah untuk video komersil per paket Rp10 juta. Pengambilan gambar menggunakan handycam dikenakan Rp1 juta dan foto Rp250 ribu.

"Pungutan tersebut berlaku bila ada pihak yang ingin mengambil gambar atau video untuk keperluan iklan, prewedding di kawasan Gunung Bromo. Seperti aturan itu sudah jelas. Karena mekanisme tarif masuk ini sudah diatur sebagai PNBP," ucap Sarif saat dikonfirmasi MPI, pada Rabu sore (8/6/2022).

Sarif menambahkan, proses perizinan sendiri bisa melalui TNBTS sebagai pengelola. Pasalnya, wilayah yang dimaksud adalah berada di bawah pengelolaan TNBTS. Namun, dipastikan tarif yang dikenakan semuanya bakal masuk ke kas negara.

"Mekanisme tarif ini secara otomatis akan masuk ke kas negara," ujarnya.

Di sisi lain, Sarif membatas adanya pembatasan pengambilan gambar di kawasan TNBTS, di mana semua objek yang ada di kawasan TNBTS dimungkinkan untuk di ambil foto maupun videonya. Tetapi memang tidak semua area yang ada di kawasan TNBTS bisa diakses manusia.

"Pastinya mereka yang ingin ambil gambar juga harus memperhatikan kondisi topografi lokasi juga," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini