Share

2 Prajurit Dipecat karena LGBT, TNI AD Hormati Putusan Pengadilan

Riezky Maulana, iNews · Rabu 08 Juni 2022 16:46 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 08 337 2607992 2-prajurit-dipecat-karena-lgbt-tni-ad-hormati-putusan-pengadilan-7QldRd0x5v.jfif Kadispenad, Brigjen TNI Tatang Subarna (foto: dok TNI)

JAKARTA - Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Tatang Subarna merespons vonis pidana penjara dan memecat dua oknum prajurit, yang terbukti melakukan perbuatan Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT). Menurut dia, TNI AD menghormati putusan pengadilan militer tingkat pertama tersebut.

"TNI AD menghormati segala keputusan pengadilan maupun proses hukum yang sedang berjalan, karena hal tersebut pastinya didasarkan pada ketentuan, dan peraturan perundang undangan dalam rangka penegakkan Hak Asasi Manusia” kata Tatang dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (8/6/2022).

 BACA JUGA:Prajurit TNI yang Dipecat karena LGBT Ketahuan Video Call Sex dan Berbuat Asusila ke 8 Anggota

Tatang pun mengajak semua pihak menerima dan menghormati proses pengadilan hingga perkara tersebut berkekuatan hukum tetap atau inkrah.

"Tanpa membuat pernyataan-pernyataan yang akan menimbulkan kegaduhan di masyarakat," jelasnya.

 BACA JUGA:TNI Pecat dan Penjarakan Dua Prajurit dari Pasukan Elite yang Terlibat LGBT

Sebelumnya diberitakan, Pengadilan Militer menjatuhkan vonis pecat dan hukuman penjara kepada dua prajurit TNI yang terbukti melanggar kesusilaan. Keduanya juga terbukti LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender).

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Salah satu prajurit TNI yang dipecat disebut sebagai Prada Terdakwa. Dia melakukan tindakan kesusilaan Mess Transit Mayonif di Banda Aceh pada 2020 silam.

Prada disebut melakukan kesusilaan dengan delapan orang yang semua aparat TNI maupun Polri. Tindak kesusilaan berupa melakukan onani dan video call seks ataupun mengirimkan video porno.

Vonis pemecatan prajurit TNI karena kasus kesusilaan juga diberikan Pengadilan Militer II-08 kepada terdakwa Serda AP. Dalam kasus ini Serda AP terbukti melakukan kesusilaan LGBT.

Rasa penasaran Serda AP terhadap hubungan sesama jenis dipicu saat menjalani pelatihan Kompi II. Ia melakukan onani dengan memegang kemaluan sesama satu angkatan. Sejak saat itu, Serda AP diketahui melakukan kegiatan LGBT.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini