Share

5 Fakta Kafe Wow Ditutup Sementara, Imbas Video Viral LGBT

Tim Okezone, Okezone · Rabu 08 Juni 2022 07:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 07 337 2607350 5-fakta-kafe-wow-ditutup-sementara-imbas-video-viral-lgbt-ipxuFUy6mJ.jpg Viral pasangan LGBT di Kafe Wow, Jakarta Selatan (Foto: IG @kabar.jakpus)

JAKARTA - Diduga pasangan Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) tengah bermesraan di Kafe Wow, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan. Aksi mereka pun terekam kamera dan viral di media sosial.

Kejadian itu pun menuai kecaman. Bahkan, berbuntut panjang. Berikut fakta-faktanya: 

1. Viral di media sosial

Jagat maya dihebohkan dengan unggahan akun media sosial, salah satunya Instagram @kabar.jakpus. Di mana, ada video yang menampilkan pemandangan tak pantas di sebuah kafe.

Yang menjadi sorotan, tampak pria memangku pria dengan mesra. Tak hanya satu pasangan, dalam video tersebut terdapat dua sejoli diduga pasangan gay bermesraan yang memangku pasangannya.

Tak tampak rasa malu dari wajah mereka, meski melakukan perbuatan yang tak lazim dan terlarang di Indonesia. 

2. Pelaku Diamankan Polisi

Camat Pancoran, Rizki Adhari Yusal membenarkan video viral diduga pasangan LGBT yang bermesraan di sebuah kafe di wilayah Jakarta Selatan.

Sejumlah pihak terkait langsung menggelar rapat monitoring yang dihadiri oleh Satpol PP Jakarta Selatan, Polsek Pancoran, Kelurahan Pancoran, dan manajemen kafe. Pelaku yang diduga terekam dalam video itu dibawa ke Mapolsek Pancoran.

"Tindak lanjut untuk pelaku-pelakunya yang ada di video itu sudah di pihak polsek. Untuk pelakunya infonya akan dikenakan pidana. Cuma saya tidak tahu pasalnya, apakah asusila atau ITE nanti sama kapolsek tanyanya," ucapnya.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Sementara menurut Kapolsek Pancoran, Kompol Rudiyanto, terduga pelaku LGBT dalam video viral itu setidaknya ada empat orang. Mereka masing-masing berinisial AA, AN, RK, dan FR. 

Peristiwa yang viral itu terjadi pada Jumat, 3 Juni 2022. Peristiwa berawal saat karyawan kafe, PH tengah bekerja di kafe tersebut. Lalu, pada malam hari sekitar pukul 21.55 WIB, ada karyawan kafe lainnya, seorang waters berinisial SE memberitahukan pada PH ada sejumlah orang lelaki melakukan perbuatan tak pantas.

"Mereka melakukan hal yang tidak sopan atau tidak sepantasnya dilakukan di muka umum, yang mana mereka saling berpangkuan dan mencium leher," ujarnya. 

3. Orangtua Pelaku Dipanggil Polisi

Pihak kepolisian memeriksa terduga pelaku LGBT, yang viral di media sosial (medsos). Selain itu, juga memanggil orangtua mereka untuk pembinaan. 

Terduga pelaku LGBT dalam video viral itu ada empat orang. Mereka masing-masing berinisial AA, AN, RK, dan FR. Mereka dibawa ke kantor polisi karena videonya viral dan meresahkan masyarakat.

4. Kafe Ditutup Sementara 

Pemkot Jakarta Selatan menyegel sementara Kafe Wow di kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan pasca viralnya video LGBT. Penutupan sementara dilakukan pasca adanya pertemuan antara berbagai pihak.

"Hasil monitoring Kafe Wow untuk sementara waktu ditutup selama 1-3 hari dalam rangka pembinaan dan sosialisasi dari Pemda Jakarta Selatan," ujar Kapolsek Pancoran, Kompol Rudiyanto.

Pemilik kafe diminta membuat surat pernyataan dan imbauan tentang narkotika, asusila, dan tindak kejahatan lainnya. "Pihak kafe berjanji akan membuat sistem baru agar hal serupa tidak terjadi lagi, dengan memperketat akses masuk untuk pengunjung yang datang," katanya.

Surat izin usahanya juga tak sesuai pasca dicek oleh Sudin Pariwisata Jaksel, yang mana saat dilakukan scan barcode izinnya tak muncul di barcode. Maka itu, surat izin usaha harus diurus ulang sesuai prosedur yang berlaku oleh pihak pemilik kafe selama kafe itu disegel.

Penutupan sementara dilakukan juga untuk meredam amarah warga Kalibata yang resah dengan perbuatan terduga LGBT di kafe tersebut. Warga meminta pengelola kafe menjaga norma-norma kesusilaan di tempatnya itu, khususnya terkait LGBT.

5. Pemilik Kafe Merasa Dirugikan 

Pemilik Kafe Wow, Andri Laksono merasa dirugikan dengan perbuatan oknum yang menimbulkan stigma seolah kafenya sebagai tempat kumpulnya komunitas LGBT.

"Pastinya saya sangat kecewa dengan beberapa oknum yang memanfaatkan Kafe Wow ini dijadikan seperti itu. Saya juga merasa sangat dirugikan," ujar Andri, Selasa 7 Juni 2022.

Pihaknya sejatinya tak menyiapkan tempat di kafenya itu pada pihak tertentu saja, tapi siapapun boleh datang dan makan di kafenya. Maka itu, tak benar bila disebut-sebut kalau kafe miliknya itu menjadi tempat berkumpulnya komunitas LGBT.

"Kalau di sini, kafe kami normal. Saya tidak menyediakan tempat bagi kaum apapun. Kami tidak memandang suku ras agama, cewek-cowok, kami persilakan untuk makan di sini," katanya.

Tuduhan bahwa kafenya merupakan tempat berkumpulnya komunitas LGBT, menurutnya, sebagai upaya pembunuhan karakter. 

Dia tak tahu siapa yang memvideokan kejadian itu hingga viral. "Yang membuat caption LGBT ini apakah dia ahli dalam bidang ini. Menurut saya itu penggirang publik dan pembunuhan karakter, khususnya bagi tempat saya," ujarnya.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini