Share

Zulhas Bilang Masyarakat Bosan dengan Narasi Provokasi

Antara, · Minggu 05 Juni 2022 15:19 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 05 337 2605950 zulhas-bilang-masyarakat-bosan-dengan-narasi-provokasi-dVZN3TsdQv.jpg Ketum PAN Zulkifli Hasan (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan (Zulhas) menagtakan masyarakat pun sudah merasa bosan dengan narasi perpecahan dan provokasi. Mereka, kata dia, justru mendambakan persatuan agar energi bangsa Indonesia ini bisa dicurahkan untuk pikiran-pikiran dan kerja nyata guna memajukan bangsa.

“Masyarakat sudah bosan dengan narasi perpecahan dan provokasi, mereka mendambakan persatuan, agar energi bangsa bisa kita curahkan untuk pikiran-pikiran dan kerja nyata memajukan Indonesia. Inilah semangat yang mendasari bersatunya Partai Amanat Nasional, Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan dalam Koalisi Indonesia Bersatu ini,” katanya, Sabtu 5 Juni 2022.

“Kami melihat bahwa politik semestinya menjadi jalan untuk mencapai kemaslahatan bersama, mewujudkan cita-cita kita berbangsa dan bernegara sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945, bukan justru mengkotak-kotakkan antara kawan dan lawan, membenturkan kami melawan mereka, saling menyerang dan meniadakan satu sama lain,” tambahnya.

Ia menyampaikan KIB harus menjadi pohon beringin yang rindang, yaitu tempat bernaung bagi siapa pun yang memiliki cinta dan keinginan untuk memajukan Indonesia, sebagaimana lambang Partai Golkar. Lalu, KIB akan menyinarkan matahari yang selalu memberikan kepada siapa saja tanpa membeda-bedakan, sesuai spirit utama PAN, tentunya jugadilandasi akhlak politik yang dipandu nilai-nilai agama yang disimbolkan lambang PPP sebagai baitullah.

Zulhas mengatakan, masyarakat justru mendambakan persatuan agar energi bangsa Indonesia ini bisa dicurahkan untuk pikiran-pikiran dan kerja nyata guna memajukan bangsa.

PAN, sambungnya, bersama Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) membentuk Koalisi Indonesia Bersatu untuk mengubah wajah politik Indonesia kedepan. Menurutnya KIB juga merupakan ikhtiar dan langkah konkret untuk mempersatukan, memajukan, dan memakmurkan Indonesia.

“Di Koalisi Indonesia Bersatu, yang dikedepankan adalah politik gagasan, politik yang mengarusutamakan ide dan nilai-nilai. Banyak persoalan besar yang bisa kita diskusikan bersama, seiring dunia yang terus berubah cepat,” kata Zulhas.

“Mulai dari persoalan perubahan iklim, munculnya berbagai tantangan baru dalam dunia kesehatan dan gaya hidup, lompatan-lompatan besar dalam bidang sains dan teknologi, berkembangnya ekonomi digital hingga ekonomi hijau. Semua itu harus mulai kita diskusikan bersama. Agar bangsa ini tidak ketinggalan di tengah kompetisi global yang kian ketat,” sambungnya.

Wakil Ketua MPR ini menegaskan pihaknya percaya bahwa Pemilu 2024 harus dikerjakan dengan jalan politik yang lebih bermoral, tengahan, elegan. Zulhas menyarankan agar komunikasi antar semua elemen, antar partai politik, antar elit, harus dikerjakan dengan prinsip kesetaraan, saling merangkul, mengedepankan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi-pribadi dan golongan.

Karena itu ia berharap, KIB dapat mengusung calon sehingga minimal ada tiga pasang calon dalam Pilpres 2024 agar menghindari polarisasi.

"Oleh karena itu (untuk menghindari munculnya polarisasi), kami berharap di KIB, kita mendorong sekurang-kurangnya ada tiga calon pada Pilpres mendatang," kata Zulhas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini