Share

Kisah Soekarno Rumuskan Pemikiran Tentang Pancasila Selama Pengasingan di Ende

Tim Okezone, Okezone · Kamis 02 Juni 2022 05:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 01 337 2603878 kisah-soekarno-rumuskan-pemikiran-tentang-pancasila-selama-pengasingan-di-ende-CenXTrLAwm.jpg Ir Soekarno diasingkan ke Ende, Flores selama empat tahun.

JAKARTA – Perjuangan Ir. Soekarno untuk mewujudkan Indonesia merdeka membuatnya diasingkan oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda pada 28 Desember 1933. Gubernur Jenderal Hindia Belanda saat itu De Jonge memerintahkan Ir. Soekarno, yang saat itu berusia 32 tahun untuk diasingkan ke Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Soekarno tidak sendirian selama pengasingan itu. Istrinya Inggit Garnasih, mertuanya Ibu Amsi, dan dua anak angkatnya Ratna Juami dan Kartika, juga turut menyertainya di Ende.

Mereka bertolak dari Surabaya menuju Flores dengan kapal barang KM van Riebeeck. Setelah berlayar selama 8 hari, mereka tiba di Pelabuhan Ende dan langsung melaporkan kedatangannya ke kantor polisi.

Soekarno dan keluarganya kemudian dibawa ke rumah pengasingan yang berada di Kampung Ambugaga, Kelurahan Kotaraja. Di rumah pengasingan inilah Ir Soekarno, istri, mertua, dan anak angkatnya menghabiskan waktu selama empat tahun pada 1934-1938.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

Di rumah inilah Soekarno, di tengah keterasingannya di bawah pohon sukun, menggali pemikiran tentang dasar negara Indonesia yang kemudian dirumuskan Panitia Sembilan menjadi Pancasila pada 1945.

Setelah kemerdekaan, pada 1951, Ir. Soekarno bertemu dengan pemilik rumah itu, Haji Abdullah Ambuwaru, menyatakan keinginannya agar rumah pengasingannya dijadikan museum. Keinginannya itu dikabulkan dan pada 1954 Soekarno meresmikan rumah itu sebagai “Rumah Museum”.

BACA JUGA: Kisah Soekarno Diasingkan Selama 4 Tahun di Ende Bersama Istri dan Mertuanya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini