Share

4 Aktivis Mahasiswa yang Kini Jadi Politisi hingga Pejabat, Nomor 3 Terkenal Kritis

Tika Vidya Utami, Litbang Okezone · Kamis 02 Juni 2022 05:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 01 337 2603770 4-aktivis-mahasiswa-yang-kini-jadi-politisi-hingga-pejabat-nomor-3-terkenal-kritis-ZKLwhNouvq.jpeg Fahri Hamzah. (Foto: Dok Okezone.com)

SEJUMLAH tokoh Indonesia yang saat ini menjadi politisi hingga penjabat ternyata dulunya adalah seorang aktivis. Ketika masih menjadi aktivis, para tokoh ini kerap menyuarakan aspirasi rakyat.

Terdapat setidaknya 4 aktivis mahasiswa yang saat ini menjadi politisi hingga penjabat.

1. Masinton Pasaribu

Masinton Pasaribu adalah politikus asal PDIP Perjuangan. Pria kelahiran Sibolga, 11 Februari 1997 ini mendapat gelar sarjana dari Sekolah Tinggi Hukum Indonesia pada 1996-2003. Saat di bangku kuliah, ia aktif pada kegiatan organisasi. Misalnya pada 1997-1998, ia pernah menjadi Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Hukum Indonesia.

Masinton juga terlibat beberapa pergerakan, seperti Front Perjuangan Pemuda Indonesia hingga Relawan Perjuangan Demokrasi. Diketahui, Masinton menjadi Anggota DPR RI pada 2014-2019 dan berlanjut ke periode 2019-2024 dari daerah pemilihan DKI Jakarta II.

2. Fadli Zon

Fadli Zon adalah Wakil Ketua DPR RI periode 2014-2019 asal Partai Gerindra. Fadli menyelesaikan gelar sarjananya di program studi Sastra Rusia, Universitas Indonesia (UI). Kemudian gelar master of science didapatnya dari The London School of Economics and Political Science (LSE) Inggris. Sedangkan gelar doktor diperolehnya dari program studi Sejarah, Universitas Indonesia.

Semasa kuliah, Fadli aktif di organisasi. Ia pernah menjadi Sekretaris Umum Senat Mahasiswa Fakultas Sastra UI hingga Ketua Komisi Hubungan Luar dan Ketua Komite Mahasiswa UI untuk Hak Asasi Manusia. Saat ini, Fadli Zon menjabat sebagai Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

3. Fahri Hamzah

Pria kelahiran Utan, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, 10 November 1971 ini sempat mengenyam pendidikan S1 di Universitas Mataram (Unram) Lombok. Kemudian, ia mendaftar di Universitas Indonesia dan diterima di Fakultas Ekonomi pada 1992.

Saat kuliah, Fahri Hamzah aktif dalam organisasi dan menjabat posisi penting, seperti Ketua Forum Studi Islam Fakultas Ekonomi UI serta Ketua Departemen Penelitian dan Pengembangan Senat Mahasiswa UI. Fahri menyelesaikan S2 dengan mengambil program studi Kebijakan Publik di Universitas Indonesia.

Diketahui, Fahri menjadi anggota DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) periode 2004-2009, periode 2009-2014, periode 2014-2019. Pada Oktober 2019, ia bersama sejumlah temannya keluar dari PKS dan mendirikan Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora Indonesia). Fahri dikenal sebagai sosok yang kritis terhadap pemerintah.

4. Teten Masduki

Pria kelahiran Garut, 6 Mei 1963 dikenal sebagai orang aktivis. Ketika menyelesaikan S1 di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) jurusan Kimia pada 1987, Teten Masduki dikenal sebagai sosok aktivis yang kritis. Teten pernah membongkar kasus suap pada masa pemerintahan BJ Habibie melalui Indonesia Corruption Watch (ICW) yang ia pimpin saat itu.

Pada 2012, ia menjadi calon wakil gubernur Jawa Barat mendampingi Rieke Diah Pitaloka, namun kalah. Kemudian pada 2014, ia menjadi tim sukses Joko Widodo pada Pilpres 2014. Teten juga pernah menjadi Koordinator Staf Khusus Presiden pada 2018-2019. Pada 2019-2024, Teten mendapat amanat menjadi Menteri Koperasi dan UMKM RI.

Diolah dari berbagai sumber:

Tika Vidya Utami/Litbang MPI

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini