Share

Ketangguhan Pasukan Elite Kerajaan Pajajaran semasa Prabu Siliwangi Bertahta

Avirista Midaada, Okezone · Senin 30 Mei 2022 05:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 30 337 2602258 ketangguhan-pasukan-elite-kerajaan-pajajaran-semasa-prabu-siliwangi-bertahta-RqHXP5aVia.jpeg Prabu Siliwangi. (Foto: Wikimedia Commons)

PRABU Siliwangi membawa Pajajaran menjadi sebuah kerajaan nusantara yang disegani dan begitu kuat. Hal ini tak lepas dari strategi pertahanan Prabu Siliwangi yang memiliki nama asli Sri Baduga Maharaja, yang begitu cemerlang. 

Prabu Siliwangi memiliki taktik dengan menunjukkan Siksakanda Karesian sebagai bentuk aturan negara. Dikutip dari buku "Hitam Putih Pajajaran : Dari Kejayaan Hingga Keruntuhan Kerajaan Pajajaran" tulisan Fery Taufiq El Jaquenne, Prabu Siliwangi menciptakan keadilan menggunakan pedoman kitab ini.

Hal itu menjadikan masyarakat mematuhi kitab tersebut. Bahkan kitab Siksakanda Karesian telah dipelajari secara luas oleh masyarakat Sunda. 

Baca juga:  Enam Pelabuhan Topang Perekonomian Kerajaan Pajajaran

Sri Baduga Maharaja juga memiliki sistem teknis yang bagus dengan membentuk satuan tentara yang kuat. Tentara ini membuat negara Sunda yang beribukota di Pakuan Pajajaran disegani oleh siapa pun. Pada Carita Parahyangan menyebutkan bahwa ada beberapa jenis kesatuan tentara kerajaan. 

Satuan tentara mulai bayangkara yang bertugas sebagai penjaga keamanan, kemudian prajurit pamarang yang ahli dalam memainkan pedang. Serta pamanah atau pasukan elite yang bertugas khusus memainkan panah. Tiga prajurit elite Kerajaan Pajajaran ini berada di bawah hulujurit. Di bawah satu komando tersebut, semua pasukan mampu bersatu padu menyelesaikan permasalahan yang terjadi. 

Kendati memiliki prajurit yang mahir berperang, menariknya di era Prabu Siliwangi terkenal tidak pernah berperang. Namun kehebatan pasukannya dikenal di seluruh kerajaan di nusantara. Ketangguhan prajurit Pajajaran teruji di era Prabu Surawisesa setelah Prabu Siliwangi mangkat. 

Carita Parahyangan mengisahkan di masa pemerintahan Surawisesa tercatat melakukan serangan 15 kali selama menjabat sebagai raja di Pajajaran. Sebagai usaha meningkatkan pertahanan dan keamanan, Prabu Siliwangi juga pernah melakukan hubungan diplomatik dengan bangsa Portugis saat menduduki Malaka pada tahun 1511 Masehi. 

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Koalisi ini semakin harmonis semenjak tanggal 21 Agustus 1522 Masehi dengan disepakati hubungan bidang militer. Dalam perjanjian itu, Portugis membantu Kerajaan Pajajaran dan siap mengerahkan seluruh kekuatan jika terjadi perselisihan dengan kerajaan mana pun.

Sebagai imbalannya, pihak Portugis meminta izin mendirikan benteng di Bandar Banten dan diberi hak untuk mendapatkan 1.000 karung merica.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini